12 November 2021

Feryando Lamaluta: Golkar Sebar 97 Baliho Airlangga Hartarto di Seluruh Pelosok Sulut

Berita Golkar - Genderang perang Pilpres 2024 mulai ditabuh. Partai giat mengenalkan sosok yang digadang - gadang menjadi calon Presiden. Salah satu upaya sosialisasi adalah baliho. Pemasangan baliho sosok yang digadang - gadang menjadi Capres marak di Sulut.

Di kota Manado, baliho Capres dapat ditemui di jalan - jalan utama. Salah satu baliho yang marak dipasang adalah milik Ketua Umum partai Golkar Airlangga Hartarto. Baliho Airlangga berukuran besar dengan latar kuning.

Isinya foto Airlangga yang memakai kameja putih tengah mengepalkan lengan kanan. Samping foto Airlangga terdapat tulisan Kerja Untuk Indonesia berwarna merah. Di bawahnya terdapat nama kader Golkar daerah, ditengarai yang mendanai baliho tersebut.

Baca Juga: Golkar Buka Peluang Duetkan Airlangga Hartarto dan Ganjar Pranowo Di Pilpres 2024

Feryando "Yoyo" Lamaluta, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Golkar Sulut mengatakan, total ada 97 baliho Airlangga terpasang di seluruh Sulut. "Untuk Manado ada puluhan Baliho kita pasang," kata dia Jumat (12/11/2021).

Ungkap dia, baliho tersebut didanai oleh kader dengan sistem gotong royong. Dirinya meyakini pemasangan baliho tersebut akan mendekatkan figur Airlangga Hartarto ke warga Sulut. "Keberhasilan pak Airlangga menangani ekonomi dan Covid 19 akan tersampaikan melalui baliho ini," katanya.

Ditanya tentang elektabilitas Airlangga Hartarto yang masih jeblok, ia menuturkan, itu jadi cambuk bagi pihaknya untuk bekerja keras tingkatkan elektabilitas Airlangga.

Baca Juga: Bukan Anies Baswedan, Tapi Golkar Bakal Dorong Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Pilgub DKI Jakarta

Pengamat Politik Alfons Kimbal menilai pemasangan billboard tersebut adalah upaya untuk sosialisasi figur. "Para ketum yang berada di jauh coba mendekatkan diri dengan rakyat," kata dia.

Ungkap dia, itu komunikasi politik yang pas. Sebab di masa Covid 19, mobilitas sangat terbatas. "Dalam teori komunikasi politik, hal itu efektif untuk mendekatkan warga dengan figur ketua umum partai," kata dia.

Upaya tersebut harus dibarengi dengan kerja mesin partai. Tanpa ditunjang kerja mesin partai, upaya sosialisasi akan sia sia. "Jadi mesin partai harus bekerja sebagai follow up sosialisasi lewat baliho," kata dia.

Partai, katanya, harus bekerja door to door dan di dunia maya. Untuk sosmed, ujar dia, sangat diperlukan untuk sosialisasi era kekinian ini. {manado.tribunnews}

fokus berita : #Feryando Lamaluta