12 November 2021

Golkar Wacanakan Duet Airlangga-Ganjar, PDIP Tak Anggap Serius dan Nilai Hanya Cek Ombak

Berita Golkar - Partai Golkar menyatakan siap menduetkan Airlangga Hartarto dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pada Pemilihan Presiden (Pilpres 2024). Politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno menilai, hal tersebut hanyalah cek ombak semata.

Sebab, pernyataan itu tidak keluar langsung dari mulut Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. "Nah, itu kalau yang bicara ketua umum itu, karena ketua umum simbol dari partai, maka pernyataan itu kredibel."

"Tapi kalau yang bukan ketua umum, ranting-ranting, maka itu hanya berisik saja, hanya test the water. Hanya cek ombak saja, hanya membuat pasar politik jadi semakin seru," kata Hendrawan kepada wartawan, Jumat (12/11/2021).

Baca Juga: Hari Pahlawan, Sarmuji Bersama Pengurus Golkar Jatim Silaturahim Ke Keluarga Veteran di Surabaya

Hendrawan mengatakan, yang seharusnya diperhatikan adalah pernyataan dari ketua umum partai politik. Sebab, sikap ketua umum mencerminkan langkah partai yang ia pimpin. Karena itu, dia menilai keinginan Golkar tersebut hanya untuk meramaikan perpolitikan nasional.

"Karena pernyataan ketua umum sedikit banyak mengikat, kredibel, dan kemudian merepresentasikan partai. Kalau yang lain-lain itu hanya kanan yang gemerincing. Itu supaya industri politik ramai sebenarnya, tidak ada apa-apanya ya," tuturnya.

Buka Peluang

Partai Golkar membuka peluang menduetkan Ketua Umum Airlangga Hartarto dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di PIlpres 2024.

Baca Juga: Cegah Multitafsir, Hetifah Desak Permendikbud 30 Tahun 2021 Direvisi

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid, kepada Ketua Umum Ganjarist Mazdjo Pray, dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk 'Fenomena Kemunculan Relawan Capres Sejak Dini: Siapa Punya Ambisi?' Di Media Center MPR/DPR/DPD, Kamis (11/11/2021).

Menurut Nurdin, kelompok pendukung Ganjar sebagai calon presiden (capres) 2024 tidak perlu khawatir Ganjar tidak diusung menjadi capres dari PDIP.

Dia berkata, Golkar membuka peluang mengusung Ganjar menjadi pasangan Airlangga di Pilpres 2024. "Nanti kalau Ganjar tidak mendapatkan tempat di partainya, ada Golkar terbuka," ucap Nurdin.

Baca Juga: Latar Historis Surya Paloh Bakal Jadi Bekal Koalisi Nasdem-Golkar

Nurdin menjelaskan, peluang itu terbuka karena Golkar tidak mungkin mengusung Airlangga seorang diri di Pilpres 2024. Dia menilai, Ganjar berpeluang menjadi capres ataupun cawapres, ketika diduetkan dengan Airlangga di Pilpres 2024.

"Apakah nomor satu (atau) nomor dua, itu soal nanti, kan Pak Airlangga tidak mungkin maju sendiri, pasti ada wakil," beber Nurdin.

Nurdin memprediksi Pilpres 2024 akan diikuti oleh tiga pasangan capres-cawapres. Menurutnya, Golkar hanya butuh berkoalisi dengan satu parpol lagi, untuk memenuhi syarat ambang batas pencalonan capres-cawapres di Pilpres 2024. "Feeling saya, tiga calon maksimal, kan ada presidential threshold," ulasnya.

Baca Juga: Konflik Internal Imbas Pencopotan Makmur HAPK Dari Ketua DPRD, Bisa Bikin Elektabilitas Golkar Kaltim Jeblok

Pernyataan Pribadi

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin menilai, apa yang disampaikan Nurdin Halid merupakan pernyataan pribadi, bukan mewakili Golkar. Namun, Ujang menilai bisa saja duet Airlangga-Ganjar cocok dipasangkan di Pilpres 2024.

"Itu pernyataan pribadi Nurdin Halid, tidak mewakili Golkar. Namun pernyataan tersebut bisa saja klop (cocok) jika Ganjar ditarik jadi cawapres. Karena jika jadi capres dari Golkar kan sudah ada Airlangga," ucap Ujang saat dihubungi Tribunnews, Jumat (12/11/2021).

Meski begitu, Ujang menyebut jika Ganjar yang dicapreskan oleh Golkar, maka hal tersenut merupakan langkah konyol.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia Tegaskan Perlunya Penguatan Kelembagaan dan Fungsi Check And Balance KASN

"Jadi jika masuk Golkar, mungkin tempatnya jadi cawapresnya Airlangga. Dan wacana itu sah saja dan bagus-bagus saja. Semua ini kan masih serba kemungkinan," tambah Ujang.

Ujang pun menyebut, seandainya Ganjar jadi merapat ke Partai Golkar dan menjadi cawapresnya Airlangga, hal itu akan menjadi menarik. Sebab, Ganjar yang kader PDIP yang juga memiliki elektabilitas lumayan, meski tak didukung partainya sendiri.

"Bisa saja jika PDIP tak mencalonkan Ganjar di pilpres, maka Golkar siap tampung untuk jadi cawapresnya Airlangga. Karena jika tak ditampung, maka Ganjar bisa gagal ikut kontestasi Pilpres 2024," cetus Ujang.

Namun demikian, Ujang mengatakan apa yang disampaikan Nurdin Halid bisa saja hanya untuk membesarkan hati Ganjar. "Namanya politik, bisa sungguhan, bisa juga cuma olah-olahan saja," jelasnya. {wartakota.tribunnews}

fokus berita : #Nurdin Halid