14 November 2021

Buntut Kebakaran Kilang Cilacap, Mukhtarudin Desak Pertamina Segera Audit Forensik

Berita Golkar - PT Pertamina (Persero) harus melakukan audit forensik terhadap seluruh tangki minyak yang dikelolanya di berbagai daerah. Hal ini penting dilakukan menyusul kejadian terbakarnya tangki kilang minyak UP IV Cilacap, Jawa Tengah, kemarin.

Demikian diutarakan Anggota Komisi V DPR RI, Mukhtarudin dalam pesan elektronik yang dipancarluaskan, Minggu (14/11).

Bukan tanpa alasan, menurut dia, audit forensik harus dilakukan mengingat kebakaran kilang yang terjadi kali ini bukan kejadian pertama. Tercatat dalam setengah tahun terakhir, kilang minyak Pertamina di Cilacap terbakar dua kali. Sebelum ini, kilang minyak Pertamina Cilacap juga terbakar pada Jumat (11/6) lalu.

Baca Juga: Pasar Murah Golkar Riau Diserbu Emak-Emak Pekanbaru, Minyak Goreng Ludes Diborong

Bahkan, sebelum itu, kebakaran juga terjadi pada kilang lain yakni kilang minyak Pertamina RU VI Balongan Indramayu pada 29 Maret 2021.

"Dengan berulangnya kebakaran tangki pertamina ini, maka dipandang perlu untuk dilakukan audit forensik secara independen dan menyeluruh tangki minyak di kilang-kilang minyak milik Pertamina," tegas Mukhtarudin.

Anggota Banggar DPR RI ini menegaskan, kejadian terbakarnya kilang minyak Cilacap perlu diselidiki secara komprehenship dan obyektif. Dengan begitu diketahui penyebab dari kebakaran tangki tersebut.

Evaluasi juga menyangkut mitigasi terhadap risiko operasional yang bisa merugikan perusahaan, lingkungan, dan masyarakat. Ia menyayangkan Pertamina yang seakan mengabaikan manajemen resiko, karena kejadiannya terus berulang.

Baca Juga: Dave Laksono Tegaskan Komitmen Kosgoro 1957 Menangkan Golkar dan Airlangga di Pemilu 2024

"Pertamina harus melakukan evaluasi total kepada semua unit atas kejadian ini. Karena kejadian ini ada indikasi kelalaian. Pertamina mengabaikan manajemen risiko, oleh karena itu perlu diungkap secara tuntas penyebab kebakaran ini secara obyektif dan transparan,” jelas Mukhtarudin.

Di sisi lain, Legislator Dapil Kalimantan Tengah ini meminta agar Pertamina menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk tetap menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Karena kejadian tersebut berpotensi mengganggu produksi dan penyaluran BBM ke beberapa daerah yang menjadi wilayah kerja UP IV Cilacap.

"Langkah antisipasi harus segera diambil untuk menjaga ketersediaan BBM, sehingga tidak mengganggu supply," demikian Mukhtarudin.

Baca Juga: Menko Airlangga dan Menperin Agus Gumiwang Apresiasi Festival UMKM dan Koperasi Kosgoro 1957

Sekedar diketahui, tangki di kilang UP IV Cilacap, Jawa Tengah, terbakar pada Sabtu (13/11) sekira pukul 19.20 WIB. Sekretaris Perusahaan PT Kilang Pertamina Internasional, Ifki Sukarya mengatakan kebakaran terjadi di salah satu tangki produk Pertalite.

Atas kejadian itu, Pertamina mengevakuasi sekira 80 warga dari Kelurahan Lomanisdi yang berada di sekitar tangki Kilang Cilacap yang terbakar.

Mereka dievakuasi ke tempat pengungsian sementara di Aula Kelurahan Lomanis dan Masjid Baitul Munir, Lomanis. Sementara untuk pasokan BBM dan elpiji, Pertamina memastikan aman dan tidak mengalami gangguan.

Baca Juga: Airlangga Hartarto: Belum Saatnya Kita Bicara Pilpres 2024

Pemadaman sendiri dilakukan secara intensif menggunakan High Capacity Foam Monitor pada tangki yang terbakar. Sedangkan untuk tangki di sekitarnya dilakukan pendinginan dengan water sprinkle untuk mencegah merambatnya kebakaran.

Peristiwa terbakarnya kilang minyak sebagaimana disampaikan General Manager Kilang Cilacap Eko Sunarno terjadi pada pukul 19.10 WIB dan menimpa tangki 36 T-102. Tangki tersebut berisi komponen produk Pertalite sebanyak 31 ribu kiloliter.

Pertamina langsung melakukan alih tangki komponen produk Pertalite yang tidak terbakar di tangki 36 T-101 ke Terminal BBM Lomanis. {jurnas}

fokus berita : #Mukhtarudin