14 November 2021

Golkar Buka Pintu Lebar-Lebar Untuk Ganjar, Nurdin Halid: Urusan Jadi Nomor 1 Atau 2 Soal Nanti

Berita Golkar - Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus menghiasi linimasa terkait sejumlah dukungan untuk menjadi calon presiden pada Pilpres 2024 nanti. Namun belakangan ini dikabarkan ada permasalahan internal di PDIP lantaran Puan Maharani juga didorong untuk maju dalam Pilpres.

Menanggapi hal itu, Partai Golkar justru menyatatakan siap menerima Ganjar apabila tidak diusung oleh PDIP. Dikutip dari Tribunnews.com, Partai Golkar kini membuka pintu lebar-lebar untuk Ganjar Pranowo agar mau bergabung menjadi kadernya.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Nurdin Halid di Gedung DPR Jakarta pada Kamis (11/11/2021). Menurut Nurdin, untuk urusan menjadi capres maupun cawapres pihaknya akan mengurus belakangan. Yang terpenting adalah Ganjar bersedia bergabung di Partai Golkar dulu.

Baca Juga: Dave Laksono: Berbagai Cara Dilakukan Kader Untuk Kerek Popularitas Airlangga

"Kalau Ganjar tidak ada tempat di partainya, Golkar terbuka. Apakah jadi nomor 1 atau nomor 2, itu soal nanti," kata Nurdin.

Ia menyebut, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membutuhkan pendamping untuk mengikuti pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Nurdin yakin keduanya akan mampu berkolaborasi dengan baik untuk menjadi pasangan capres dan cawapres.

"Kan Airlangga enggak mungkin maju sendiri karena harus ada wakil. Karena ada aspirasi dari relawan Ganjar, di rumahnya enggak ada tempat, maka ada rumah baru, bersama-sama dulu baru jadi pemilik," ujarnya.

Sementara itu, hasil survei sejumlah lembaga kerap menempatkan Ganjar Pranowo posisi tiga besar di Pilpres 2024.

Baca Juga: Adrianus Asia Sidot Sumbang Batu Untuk Timbun Jalan Poros Kembayan-Balai Sebut Yang Rusak Parah

Terbaru, hasil survei oleh lembaga Litbang Kompas menunjukkan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo memiliki persentase elektabilitas yang sama dalam survei calon presiden untuk Pemilu 2024. Menteri Pertahanan dan Gubernur Jawa Tengah itu memiliki persentase yang sama, yaitu 13,9 persen.

Dengan begitu, Prabowo dan Ganjar sama-sama menduduki posisi pertama dan kedua dalam survei capres untuk Pemilu 2024. Melihat hasil survei tersebut, Golkar menilai peluang Ganjar untuk memenangkan Pilpres 2024 sangat tinggi.

Hal itulah yang melatarbelakangi Golkar memberikan kesempatan bagi Ganjar untuk bergabung menjadi kadernya. Terlebih, saat ini dikabarkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sedang mengalami konflik internal.

Hal itu karena Ganjar memiliki elektabilitas yang tinggi, sementara ada juga yang ingin mendorong Ketua DPP PDIP Puan Maharani di Pilpres 2024 mendatang. {video.tribunnews}

fokus berita : #Nurdin Halid #Ganjar Pranowo