21 November 2021

Blak-Blakan, Muhammad Fauzi Ungkap Kriteria Utama Cawapres Airlangga Hartarto

Berita Golkar - Anggota Fraksi Golkar DPR RI Muhammad Fauzi menyatakan, guna memenangkan Airlangga Hartarto pada Pilpres 2024, Partai Golkar bakal mencari figur cawapres yang bisa memenuhi kriteria utama, di antaranya figur yang bisa melengkapi dan menguatkan.

Strategi itu bertujuan untuk mendongkrak perolehan suara Airlangga, terutama membidik pemilih dari daerah-daerah yang bukan basis utama Partai Golkar.

"Kriteria cawapres Airlangga harus bisa melengkapi, mengisi dan memberatkan atau memberikan tambahan suara di daerah yang disitu Pak Airlangga kurang kuat," kata Fauzi di Jakarta, Minggu (21/11/2021).

Baca Juga: Ungkap Fakta Kelebihan Beban, Hamka Baco Kady Minta Poros Pantura Dibangun Dengan Beton

Menurut Fauzi, Partai Golkar tentu terus berupaya menyeleksi dan memonitor tokoh-tokoh potensial untuk mendampingi Airlangga sebagai calon wakil presiden. Partai Golkar membuka diri memotret seluruh tokoh potensial yang ada dan beredar saat ini.

Anggota Komisi V DPR RI ini mengatakan, komitmen Golkar mengusung dan memenangkan Airlangga Hartarto bukan tanpa alasan. Airlangga, kata dia, sudah sangat pantas untuk didukung dan dimenangkan. Selain karena kader terbaik Golkar, Airlangga juga memiliki kapasitas mumpuni untuk memimpin negeri.

"Pak Airlangga menjadi calon presiden itu sesuatu yang pantas. Karena apa? Bukan hanya Golkar, partai-partai yang lain pun menginginkan kader terbaiknya ikut kompetisi. Pak Airlangga itu bukan hanya karena Ketum Golkar tapi dari sisi jam terbang juga sudah lebih dari cukup, termasuk ikut serta dalam menyelesaikan masalah-masalah negara," papar Fauzi.

Baca Juga: Hengkang Dari Golkar, Eks Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin Gabung PPP Sulsel

Selain karena kapasitas Airlangga yang mumpuni, pencalonan Airlangga juga merupakan kesimpulan setelah mengevaluasi pelaksanaan Pilpres 2019. Saat itu, kata Fauzi, calon-calon presiden dan wakil presiden yang diusung ternyata memberi efek elektoral terhadap partai asal mereka.

"Disisi lain juga sebenarnya, bagi partai politik, mencalonkan kadernya bukan hanya nilai tambah tapi bisa memberi dampak elektoral. (Pemilu 2019) Kemarin itu kan efek elektoralnya (hanya) tiga partai politik, yaitu PDIP, Gerindra, PKB," katanya.

Ditanya apakah pencalonan Airlangga sudah mulau memberikan dampak elektoral terhadap partai? menurut Fauzi hal itu sudah terjadi. Dalam sejumlah survei trend suara Golkar terus naik.

Baca Juga: John Kenedy Azis Bantu Renovasi 20 Rumah Di Kota Pariaman Senilai Rp.400 Juta

Seperti diketahui, kini, mesin partai Golkar di seluruh daerah mulai dipanaskan. Konsolidasi seluruh unsur kekuatan Partai Golkar mulai digerakan. Termasuk sayap-sayap organisasi partai. Upaya memanaskan mesin partai itu sebagai bentuk persiapan menghadapi Pilpres 2024.

Pada agenda konsolidasi itu juga telah diamanatkan agar seluruh kader Golkar mengenalkan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang juga calon presiden pada Pilpres 2024. {akurat}

fokus berita : #Muhammad Fauzi