21 November 2021

Disebut Anggota DPR Rasa Satpol PP Oleh Mahasiswa Purwakarta, Ini Sosok Dedi Mulyadi

Berita Golkar - Berikut ini profil Dedi Mulyadi, anggota DPR RI yang disebut Wakil Ketua Komisi IV rasa Satpol PP oleh seorang mahasiswa. Seorang mahasiswa memprotes tindakan Dedi Mulyadi saat bersih-bersih sampah di Pasar Rebo Purwakarta.

Mahasiswa tersebut menanyakan kewenangan Dedi memungut sampah. Menurut mahasiswa tersebut, bersih-bersih sampah bukanlah tugas dari anggota DPR. Keduanya pun terlibat perdebatan.

Momen protes mahasiswa terhadap mantan Bupati Purwakarta itu diunggah di akun Youtube Dedi Mulyani, Kang Dedi Mulyadi, Selasa (16/11/2021). Belakangan, mahasiswa tersebut diketahui bernama Yudha Dawami Abdas.

Baca Juga: Gandeng BPKH, Itje Siti Kuraesin Serahkan Mobil Operasional Untuk YLBK Majalengka

Dilihat Tribunnews.com, Minggu (21/11/2021) di akun facebooknya, Yudha menyebut Dedi Mulyadi sebagai Wakil Ketua Komisi IV rasa Satpol PP.

"Semua orang diam tertegun dan tertohok melihat kebaikan yang dipertontonkan dan dikontenkan, seolah penertiban pedagang kaki lima, kios - kios adalah kewenangannya untuk melakukan eksutif order.

Negara sudah jelas membagikan lembaga kekuasaaan agar tertib dan teratur. Wakil Komisi IV DPR-RI Rasa Satpol, Mentri Pasar dan dinas pelaksana teknis laiinya, kacauu bukan ?," tulisnya.

Baca Juga: Jika Kader Golkar Jadi Capres, Beringin Bakal Menang Dan Kembali Kuningkan Jawa Barat

Usai peristiwa viral, Yudho disebut meminta maaf. Hal itu ia sampaikan dalam postingan di akun facebooknya pada 18 November 2021. Namun, dilihat Tribunnews.com pada Minggu (21/11/2021), postingan tersebut sudah tidak ada.

Profil Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi saat ini merupakan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar. Ia merupakan mantan Bupati Purwakarta selama dua periode. Dikutip dari laman resmi DPR RI, Dedi Mulyadi menamatkan pendidikan SD di SDN Sukabati Subang pada tahun 1984.

Setelah itu ia melanjutkan ke SMPN 1 Kalijati Subang dan SMA Purwadadi Subang. Ia lulus SMA pada tahun 1990. Setelah itu, ia baru kuliah S1 hukum di Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman pada 1995 dan lulus tahun 1999.

Baca Juga: Ungkap Fakta Kelebihan Beban, Hamka Baco Kady Minta Poros Pantura Dibangun Dengan Beton

Dedi Mulyadi memulai karier di dunia politik dengan menjadi anggota DPRD Purwakarta pada tahun 1999. Setelah itu, ia menjadi Wakil Bupati Purwarta pada tahun 2003. Lima tahun kemudian, ia maju sebagai Bupati Purwakarta dan menjabat selama dua periode.

Setelah tak lagi menjabat sebagai bupati, Dedi maju sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Barat mendampingi Dedi Mizwar dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat pada 2018. Pasangan ini diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Namun, duet Dedi Mizwar-Dedi Mulyadi ini kalah dari pasangan Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum. Setelah gagal di Pilkada Jabar, Dedi Mulyadi mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat VII.

Dikutip dari Kompas.com, ia lolos ke senayan dengan perolehan 206.621. Perolehan suara itu membuat Dedi menjadi Caleg Golkar dengan perolehan suara tertinggi. {tribunnews}

fokus berita : #Dedi Mulyadi