29 November 2021

Ahmad Doli Kurnia Ungkap Jadwal Pilpres 2024 Bakal Ditetapkan Di Masa Sidang Awal 2022

Berita Golkar - Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mendengar isu Pemerintah sepakat menggelar Pemilihan Presiden (Pilpres) pada Februari 2024 dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dimajukan jadi September 2024. Dia berharap kepastian soal jadwal Pemilu dan Pikada 2024 didapat dalam masa sidang awal 2022 besok.

"Nah memang betul kami mendengar rumor (Pilpres pada Februari 2024 dan Pilkada pada September 2024) itu. Tapi kan pegangan kita harusnya formal. Nah waktu itu kan pada saat penyampaian 15 Mei, itu kan disampaikan resmi oleh Menkopolhukam. Kemudian kami konfirmasi pada saat ke Mendagri pada saat raker dengan komisi II. Itu yang terakhir jadi pegangan kami," kata Doli kepada wartawan, Senin (29/11/2021).

Baca Juga: Mimpi Kembali Menangkan Pileg dan Pilpres, Mahyudin: Caleg dan Capres Golkar Harus Laku Di Pasar

Doli mengatakan Komisi II akan mengupayakan rapat kerja dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam waktu dekat. Dia berharap Mendagri untuk menyampaikan hasil koordinasi dengan lembaga terkait jadwal Pilpres 2024.

"Nanti tentu kami akan mengundang lagi rapat kerja Komisi II dalam waktu dekat ini, kalau masih mungkin ya. karena banyak agenda. Mungkin minggu-minggu ini akan konfirmasi dulu ke Pak Mendagri," ucapnya.

"Karena kami sebetulnya menunggu. Pada saat kami selesai sebelum masa reses itu, supaya semua stakeholders pemilu itu untuk melakukan konsolidasi, pemerintah konsolidasi dengan KPU dengan DKPP dan Bawaslu," ujar dia.

Baca Juga: Bamsoet: Kalau Formula E Sukses, Yang Namanya Bagus Anies? Bukan, Tapi Indonesia!

"Kemudian KPU konsolidasi dengan Bawaslu dan DKPP. Pemerintah konsolidasi dengan pimpinan parpol. Jadi sebetulnya kami menunggu informasi (jadwal pilpres dan pilkada) itu. Sampai sejauh ini kita belum dapatkan informasi terbaru dari kesepakatan terakhir," imbuh Doli.

Lebih lanjut, Doli berharap keputusan jadwal pemilu bisa ditetapkan di masa sidang awal 2022. Dia menegaskan keputusan itu tidak akan mengganggu tahapan pemilu yang akan dimulai pada pertengahan 2022.

"Kalau saya sih targetnya selambat-lambatnya masa sidang pertama 2022 lah itu harus sudah putus. Kita berharap sebetulnya awal Januari, karena mau kita tetapkan Februari atau Mei," tuturnya.

Baca Juga: Dave Laksono Minta Revisi UU Penyiaran Juga Atur Konten-Konten Di Internet

"Itu kan tahapannya dimulai paling cepat pertengahan 2022, itu pun tahapan internal KPU. Jadi kita sebenarnya dari segi waktu masih memungkinkan, masih cukup untuk kita ambil keputusan tentang jadwal itu," sambung Doli. {news.detik}

fokus berita : #Ahmad Doli Kurnia