02 Desember 2021

Raker di DPR, Nusron Wahid Serang Erick Thohir Soal Uang Pensiun Karyawan PTPN

Berita Golkar - Menteri BUMN Erick Thohir terus bekerja. Namun, tak jarang Erick Thohir mendapatkan sejumlah kritikan atas kerjanya. Kini yang terbaru, anggota Komisi VI DPR RI, Nusron Wahid bersikap lantang terhadap Menteri BUMN Erick Thohir.

Anggota Fraksi Golkar itu bersikap cetus saat Komisi VI DPR menggelar rapat kerja dengan Menteri BUMN, Kamis (2/12/2021).

Tanpa disangka, saat mendapat giliran mantan Ketua GP Ansor itu langsung meminta Erick Thohir untuk segera membayarkan Santunan Hari Tua (SHT) pensiunan tahun 2018-2021 PT Perkebunan Nasional (PTPN) IX.

Baca Juga: Luar Biasa! Agustinus Patinggi Rogoh Kocek Pribadi Buka Akses 4 Kampung Terisolir di Tana Toraja Akibat Longsor

Menurut Nusron, tidak ada alasan bagi Menteri BUMN untuk tidak memberikan hak kepada 575 orang pensiunan PTPN IX yang jumlahnya mencapai Rp 60,9 miliar, akumulasi dari sisa SHT selama 2018 hingga 2021.

"Itu kan hak mereka, maka sebaiknya segera diselesaikan untuk dibayarkan kepada 575 pensiunan PTPN IX, yang jumlah masing-masing orangnya bervariatif," kata Nusron.

Nusron mengungkapkan para pensiunan PTPN IX sudah melakukan berbagai upaya untuk bisa mendapatkan haknya. Termasuk bertemu dengan manajemen PTPN IX.

Namun, nyatanya pemberian SHT yang harusnya bisa dicicil tiap tahun tidak terealisasi sebagaimana diharapkan. "Dana ini kan diambil dari iuran dari potongan gaji mereka. Kenapa setelah pensiun tidak diberikan?” ujar Nusron.

Baca Juga: Gandeng Kementerian PUPR, Cen Sui Lan Gelar Sertifikasi dan Uji Kompetensi 100 Pekerja Konstruksi di Kota Batam

Nusron tidak memungkiri bahwa PTPN IX memang mengalami kesulitan karena masih merugi. Tetapi dari sisi PTPN Holding sudah mencatat keuntungan, sehingha perlu ada komitmen untuk menyelesaikan hak pensiunan PTPN IX.

"Harus ada komitmen dari PTPN Holding, sebab mereka tahun ini untung. Apa artinya mendapatkan keuntungan kalau pensiunan dan santunan hari tua tidak dibayar," tegasnya.

"Karena itu, Pak Erick yang membawahi PTPN IX sebagai salah satu BUMN sudah selayaknya untuk turun tangan," ungkapnya.

Seperti diketahui, para pensiunan PTPN IX yang junlahnya lebih dari 500 orang hingga kini belum mendapatkan SHT. Dana SHT para pensiunan bervariasi mulai dari Rp 175 juta hingga Rp 500 juta. Bahkan, sebagian diantaranya belum mendapatkan SHT sepeser pun.

Baca Juga: Edison Kambu: Luther Kareth dan Yakobus Kareth Sudah Daftarkan Diri Jadi Calon Ketua Golkar Maybrat

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyambut baik langkah Erick Thohir bergabung dengan Banser NU. Menurutnya, Banser merupakan benteng Islam ahlussunnah waljamaah, ulama dan kiai, serta benteng NKRI.

”Kalau sekarang Pak Erick ada di situ bersama-sama kita maka kekuatan barisan ahlusnunnah wal jamaah, kekuatan ulama dan kekuatan barisan NKRI makin tegas karena Pak Erick sebagai tokoh muda, pengusaha, menteri, dan kami tahu beliau punya visi keumatan yang kuat karena beliau juga mendorong masyarakat ekonomi syariah,” ucapnya, Kamis (2/12/2021).

“Nah sekarang kita tunggu kiprahnya Pak Erick Thohir setelah pakai baju loreng dan baret hitam (seragam Banser), jadi tidak hanya berguling-guling,” imbuh Gus Jazil.

Baca Juga: Terungkap! Menkeu Sri Mulyani Sering Mangkir Rapat, Bamsoet: Tak Menghargai MPR

Seperti diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir resmi menjadi anggota kehormatan Banser. Banser adalah badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) dari Gerakan Pemuda Ansor, setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) sebagai syarat keanggotaan pada 28 November 2021 lalu.

Erick bahkan sampai rela berjalan jongkok dan merangkak layaknya latihan militer. Menurut Erick, setelah resmi menjadi anggota kehormatan Banser, dirinya siap untuk mewakafkan pikiran, energi, dan kemampuannya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bergabungnya mantan bos Inter Milan ini dengan organisasi sayap NU yang identik dengan baju loreng dan baret hitam ini banyak dikaitkan dengan keinginan Erick Thohir untuk masuk ke kontestasi politik atau Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga: Sukim Nur Arif: Golkar Optimis Elektabilitas Airlangga di Jawa Barat Mampu Saingi Prabowo di 2024

Gus Jazil yang juga mantan pengurus GP Ansor mengatakan, jika ada yang mengaitkan langkah Erick Thohir bergabung ke Banser sebagai upaya untuk menuju kontestasi Pilpres 2024, pandangan tersebut dinilai sah-sah saja.

Bahkan, PKB, kata Gus Jazil, membuka diri untuk Erick Thohir. ”Kalau pandangan orang bahwa Pak Erick Thohir ini masuk Banser tujuannya untuk politik, ya itu sah-sah saja pandangan orang begitu,” ujarnya.

“Tetapi kalau Pak Erick Thohir masuk politik, cocok itu dengan PKB. Sudah pakai baju loreng (Banser), benteng ulama. Ada jalurnya. Jalur politiknya ya PKB kalau sudah Ansor, biasanya begitu,” tuturnya.

Saat ini, setelah resmi bergabung dengan Banser, kata Gus Jazil, tentu masyarakat khususnya kader Banser-Ansor di seluruh Indonesia menunggu apa kiprah yang akan dilakukan Erick Thohir bagi Banser, ulama, dan NKRI.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta Sengketa Lahan Pabrik Gula Jatijujuh Dengan Masyarakat Majalengka Segera Diselesaikan

”Tentu Ansor sebagai tempatnya anak-anak muda, perlu penguatan keterampilan, keahlian, dan juga kemampuan kompetensi yang harus dimiliki pemuda hari ini,” katanya.

“Saya berharap Pak Erick dengan kemampuannya akan memberikan masukan kepada Banser-Ansor, terutama di bidang teknologi digital dan informasi, termasuk kewirausahaan karena beliau seorang pengusaha,” lanjutnya.

Menurut Gus Jazil, bergabungnya Erick ke Banser juga akan memberikan keuntungan bagi mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin itu karena akan memiliki teman dan jaringan seantero Indonesia yang punya pikiran dan baret yang sama dengan Banser Ansor.

”Intinya adalah beliau itu sebenarnya visinya sama dengan visi keislaman Ansor. Cara pandang terhadap komitmen kebangsaan beliau sama dengan cara pandang Ansor dan Banser,” katanya.

Baca Juga: Golkar Riau Terima KI Award 2021 Kategori Menuju Informatif, Erna Wilianti: Kami Bersyukur dan Bangga

Seperti diketahui, Erick Thohir resmi menjadi anggota Banser. Erick menjadi anggota Banser setelah berhasil mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) sebagai syarat menjadi anggota Banser di Sekolah Citra Alam Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (28/11/2021).

Diunggah Kompas TV, terkait hal tersebut, Erick mengaku terhormat dapat menjadi keluarga besar Banser. "Ini suatu penghormatan luar biasa yang tidak terhingga buat saya karena saya bisa menjadi keluarga besar Banser," kata Erick dalam keterangan resmi yang diterima KompasTV, Minggu.

Erick menyebut, Banser selama ini telah berkomitmen jihad untuk NKRI. Selain itu, Organisasi tersebut, juga begitu menjunjung tinggi keberagaman dan perbedaan yang menjadi kekuatan bagi Indonesia.

"Dengan keberagaman kita, dengan perbedaan kita, itulah kekuatan kita. Bahkan itu masuk ke darah kita. Kita harus pastikan NKRI adalah harga mati," ungkapnya menegaskan.

Baca Juga: Hindari Kerugian Masyarakat, Muhidin M Said Minta Peran Maksimal BI Awasi Cryptocurrency

Dia juga mengaku kerap berdiskusi dengan keluarga besar Banser dalam upaya meningkatan dan menjaga NKRI ke depan. Menurutnya, upaya menjaga dan memajukan Indonesia merupakan tujuan mulia dan berguna bagi generasi mendatang.

"Insyaallah, saya akan mewakafkan pikiran saya, energi saya, kemampuan saya untuk kebenaran untuk kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Terlebih, lanjut dia, Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan akibat pandemi, baik sektor kesehatan maupun ekonomi. Erick kemudian menekankan bahwa gotong-rotong dan kolaborasi menjadi kekuatan bangsa dalam keluar dari pandemi.

Sementara itu, Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Hasan Basri Sagala yang bertindak sebagai pembina upacara melantik Erick sebagai anggota Banser.

Baca Juga: Survei CNN: Kalahkan Ganjar dan Prabowo, Elektabilitas Airlangga Moncer Dengan 17,1 Persen

Tak berbeda dengan para calon anggota Banser lain, Erick pun menjalani sejumlah ujian yang cukup berat untuk menjadi anggota Banser. Adapun ujian yang dimaksud yakni mulai dari jalan jongkok dan merayap, mencari baret, hingga meneriakkan yel-yel.

Momen tersebut pun diabadikan Erick melalui akun media sosial Instagram miliknya @erickthohir. Dia terlihat mengunggah sejumlah foto dan video saat tengah mengikuti Diklatsar untuk menjadi anggota Banser.

Peluang jadi capres

Erick Thohir sempat digadang-gadang menjadi sosok potensial calon presiden 2024. Bahkan, namanya sempat masuk dalam survei. Bahkan, ada kelompok masyarakat yang sudah terang-terangan mendeklarikan diri sebagai kelompok relawan Erick Thohir.

Baca Juga: Minta KLHK Jujur dan Transparan, Dedi Mulyadi: Jangan Salahkan Curah Hujan Penyebab Banjir Sintang

Koalisi masyarakat yang tergabung dalam Pendukung Cinta Republik (PCR) mendeklarasikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk maju menjadi pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dalam Pemilu 2024.

Koordinator Nasional PCR Fuadul Aufa mengatakan sosok Luhut atau dikenal LBP dan Erick Thohir dianggap berhasil menjalankan amanatnya sebagai menteri.

Apalagi, tambahnya, dalam penanganan pandemi Covid-19 dari melakukan Pembatan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang membuat angka Covid-19 melandai.

Baca Juga: Sempat Berseberangan, Kini Seluruh PK Golkar Di Sumedang Sudah Bersatu Kembali

“Pak Luhut dan Erick adalah sosok yang banyak dicintai oleh rakyatnya, karena dengan kehadiran dan kerja-kerja beliau dan rasa cinta beliau untuk menangani kondisi Covid-19 untuk bagaimana Indonesia bisa bangkit, kami PCR mendorong bapak LBP dan Erick untuk jadi calon Presiden dan Wakil Presiden di 2024,” kata Fuadul, di Kafe Pondok Rangi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (10/11/2021).

Meski demikian, Erick Thohir menolak bicara tentang kemungkinan dirinya maju dalam kontestasi Pemilu 2024. Erick mengatakan, saat ini fokus pada kesehatan masyarakat yang tengah dilanda pandemi Covid-19.

"Saya rasa gini, ini konteksnya sama-sama sepakat. Hari ini, kan rakyat masih susah kesehatan, ekonomi. Kita lebih fokus saja,” kata Erick saat menghadiri Workshop Nasional DPP Partai PAN, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (5/9).

Baca Juga: Maman Abdurrahman Sebut Putusan MK UU Cipta Kerja Inkonstitusional Bikin Miris Nalar dan Logika Publik

Erick menilai, Pemilu 2024 masih jauh. Saat ini, kata dia, lebih penting memikirkan pekerjaan ketimbang persoalan lainnya. “Tentu, 2024 masih lama, yang penting fokus kerja dan kita memastikan lagi ekonomi kita bangkit," kata Erick.

Hanya saja, sejumlah pihak sempat curiga dengan sejumlah manuver dan gelagat Erick Thohir terkait pilpres.

Jutaan anggota Banser

Saat mengumumkannya di Twitter, warganet segera memberikan respon. Sebagian mengapresiasi Erick yang bergabung dengan Banser, namun tidak sedikit juga yang mempertanyakan maksud Erick bergabung dengan Banser.

Baca Juga: Survei New Indonesia: Disodok Nasdem, PKB dan Demokrat, Golkar Merosot Ke Posisi 7 Dengan 4,9 Persen

Hingga muncul spekulasi bahwa menteri Erick sedang berupaya untuk melakukan pendekatan terhadap kelompok-kelompok dengan jumlah anggota besar, termasuk Banser.

Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan GP Ansor, Luqman Hakim pernah menyebut, jumlah anggota Banser saat ini sudah sangat banyak dan tersebar di berbagai negara dan jumlahnya mencapai 7 juta orang.

Di sisi lain, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang juga Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menyambut gembira bergabungnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjadi anggota kehormatan Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU).

“Saya ucapkan selamat kepada sahabat saya Erick Thohir, yang sudah menjadi keluarga besar Ansor dan Banser,” kata Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangannya, Senin (29/11/2021).

Baca Juga: Wujudkan Kesetaraan Gender, Puteri Komarudin Dorong Reformasi Hukum Yang Responsif Gender

Menag Yagut atau Gus Yaqut yang juga panglima tertinggi Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) mengatakan Erick Thohir memang layak menjadi warga kehormatan Banser Nu karena komitmennya selaras dengan perjuangan GP Ansor, dalam membela agama, bangsa, dan negara.

“Genetika Banser memang pengabdian kepada agama, bangsa, dan negeri. Jadi sudah sangat layak jika Sahabat Erick Thohir menjadi anggota kehormatan Banser,” kata Gus Yaqut. {sumsel.tribunnews}

fokus berita : #Nusron Wahid #Erick Thohir