03 Desember 2021

Golkar Dan PKS Kota Bandung Kawal 3 Masalah Krusial Di Bawah Kepemimpinan Oded-Yana

Berita Golkar - Kepemimpinan Wali Kota Bandung Oded M Danial dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana masih banyak menyisakan persoalan krusial. Pendidikan, kesehatan, dan persoalan penanggulangan sampah menjadi masalah yang paling disorot.

Untuk menggenjot menyelesaikan permasalahan ini hingga akhir kepemimpinan Oded-Yana, Partai Golkar dan PKS Kota Bandung bekerja sama untuk mengawal tiga masalah krusial tersebut.

"Kami menjalin silaturahim dan mengkomunikasikan beberapa hal yang kami anggap cukup krusial untuk segera diselesaikan di Kota Bandung," ujar Ketua DPD Partai Golkat Edwin Senjaya, kepada wartwan, Jumat (3/12).

Baca Juga: Raker di DPR, Nusron Wahid Serang Erick Thohir Soal Uang Pensiun Karyawan PTPN

1. Pendidikan, kesehatan, dan penanggulangan sampah

Edwin mengatakan, beberapa hal yang menjadi sorotan kedua partai ini adalah masalah pendidikan. Mengingat masih ada kecamatan yang belum memiliki sekolah.

"Masalah juga sering didapati ketika musim penerimaan siswa baru. Hal ini harus mendapat pengawasan khusus karena merupakan hal pelayanan dasar," paparnya.

Selain itu, yang juga menjadi perhatian adalah pelayanan kesehatan. Masih ada kecamatan yang belum memiliki puskemas. Apalagi puskesmas dengan peralatan yang memadai. "Kami juga menyoroti masalah pelayanan kepada pasien. Terutama pasien yang menggunakan fasilitas BPJS," katanya.

Baca Juga: Ini Pesan Jusuf Kalla Untuk Airlangga Hartarto Terkait Pilpres 2024

Edwin juga menuturkan masalah penanggulangan sampah mengingat pengelolaan sampah di Sarimukti akan segera habis. "Kita sekarang tengah membahas mengenai pengolahan sampah di Legok Nangka dengan provinsi," tuturnya.

2. Diharapkan bisa selesai hingga akhir masa jabatan Oded-Yana

Semua masalah ini menurut Edwin merupakan masalah yang cukup krusial. Sehingga diharapkan bisa diselesaikan pada 2024. "Kalau lebih dari itu, kan kita sudah menjadi tanggung jawab pemimpin baru yang kita tidak tahu siapa pemimpin baru itu," terangnya.

Edwin tegaskan menyelesaikan masalah kota Bandung tidak bisa diselesaikan sendiri baik itu oleh PKS sendiri atau partai Golkar sendiri. "Karenanya dibutuhkan kolaborasi, sehingga masalah bisa diselesaikan dengan baik dan cepat," tuturnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Isyaratkan Gabung Parpol, Ahmad Doli Kurnia: Kalau Visi Sama, Kami Terbuka

Di dunia politik, lanjut Edwin kolaborasi bisa diwujudkan dengan bekerja sama di DPR dengan menjalankan semua tupoksinya dengan baik. "Misalnya dalam fungsi budgeting kita menganggarkan alokasi dana yang cukup untuk menyelesaikan masalah ini," tuturnya.

3. Parpol punya kewenangan mengawasi kinerja eksekutif

Halnya di bidang legislasi ini bersama membuat peraturan sebagai payung hukum dalam menjalankan program, termasuk payung hukum dalam mengeluarkan anggaran. "Selain itu kami juga punya kewenangan untuk mengawasi kinerja eksekutif," tambahnya.

Terlebih menurut Edwin, PKS dan Golkar mempunyai kesamaan keduanya merupakan partai nasionalis-agamis dan agamis-nasionalis. Sehingga diharapkan mempunyai visi dan misi yang sama. "Bahkan, kami menjadikan partai sebagai ajang dakwah," tambahnya.

Baca Juga: Banyak Hal Belum Diakomodir, Bambang Hermanto: Fraksi Golkar Setujui Naskah Perubahan RUU Jalan

Intinya, Edwin menegaskan, komunikasi antar dua partai besar di kota Bandung ini dijalin untuk membangun kota Bandung yang lebih baik dengan harapan di semua masalah sosial bisa diselesaikan dalam 2 tahun ke depan.

Di singgung mengenai kemungkinan berkolaborasi dalam pilwalkot mendatang Edwin mengatakan hal itu masih terlalu dini. "Semua kemungkinan bisa saja terjadi tapi untuk memutuskan dan memastikan masalah pilwalkot masih terlalu dini karena partai kami masing-masing mempunyai mekanisme pemilihan calon wali kota," pungkasnya. {jabar.idntimes}

fokus berita : #Edwin Senjaya