04 Desember 2021

Survei IPO: Elektabilitas Golkar Di Posisi Ketiga Dengan 10 Persen

Berita Golkar - Lembaga Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei terbarunya terkait elektabilitas partai politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Hasilnya, jika Pemilu dilakukan saat ini, PDI Perjuangan menduduki posisi teratas, disusul Gerindra dan Golkar. Rilis itu disampaikan dalam diskusi daring pada Sabtu (4/12/2021).

Berikut Hasilnya:
1. PDI Perjuangan 24,8%
2. Partai Gerindra 12,5%
3. Partai Golkar 10,0%
4. Partai Demokrat 9,7%

Baca Juga: Golkar Satu-Satunya Partai Cukup Informatif Di Aceh, TM Nurlif: Kerja Keras Seluruh Pengurus

5. Partai Kebangkitan Bangsa 6,3%
6. Partai Amanat Nasional 5,0%
7. Partai Keadilan Sejahtera 4,2%
8. Partai Nasdem 4,1%
9. Partai Perindo 2,1%
10. Partai Persatuan Pembangunan 1,4%
11. Partai Solidaritas Indonesia 0,8%
12. Partai Berkarya 0,6%
13. Partai Hanura 0,5%
14. Partai Gelora 0,4%
15. Partai Bulan Bintang 0,1%
16. Partai Garuda 0,1%
17. PKPI 0,0%
18. Partai Ummat 0,0%

Baca Juga: Dukung Pemerintah Abaikan Protes China, Christina Aryani: Indonesia Tak Pernah Akui Klaim Sepihak Mereka

IPO juga merilis elektabilitas Ketua Umum Partai Politik. Hasilnya, Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto unggul. Disusul Ketum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Di posisi ketiga ada Ketum PDI Perjuangan, Megawati Sukarnoputri. Kemudian Ketum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan di peringkat empat.

Ada sejumlah faktor persepsi yang mempengaruhi pilihan para responden yakni prestasi, ketegasan, kejujuran, bersih dan religius. Faktor berprestasi yang paling mempengaruhi persepsi para responden, yakni sebesar 35%.

Baca Juga: Bambang Heri Purnama Salurkan Seribu Paket Sembako Untuk Warga Terdampak Banjir di Pandawan HST

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah Putra mengatakan masuknya nama Zulkifli dalam lima besar Ketum Parpol adalah hal menarik. Menurutnya, hal itu terjadi karena aktivitas lapangan.

“Ini menarik, Zulkifli Hasan ini kan minim promosi. Termasuk juga pemberitaan-pemberitaan di media, juga nggak begitu signifikan,” kata Dedi saat diskusi virtual.

“Tapi faktanya justru Zulkifli Hasan bisa di bawah Megawati meskipun secara presentase agak jauh. Tapi ini sudah cukup baik, karena beliau juga effort-nya lebih banyak didapatkan karena aktivitas di lapangan,” tambahnya.

Baca Juga: Pengurus KPPG Dan AMPG Kalbar Resmi Dilantik, Airin Rachmi Diany: Selamat Bekerja dan Berkarya

Berikut Hasilnya:

1. Prabowo Subianto 12,4%
2. Agus Harimurti Yudhoyono 11,7%
3. Megawati Sukarnoputri 7,2%
4. Zulkifli Hasan 3,6%
5. Airlangga Hartarto 2,1%
6. Muhaimin Iskandar 1,8%
7. Ahmad Shaikhu 0,9%
8. Hary Tanoesoedibjo 0,6%
9. Surya Paloh 0,3%
10. Suharso Monoarfa 0,2%

Baca Juga: Hetifah: Komisi X DPR Siap Jadi Mitra Perpustakaan Nasional Sosialisasikan ‘Indonesia OneSearch’

11. Giring Ganesha 0,1%
12. Ahmad Ridha Sabana 0,0%
13. Muchdi Purwoprandjono 0,0%
14. Oesman Sapta Odang 0,0%
15. Yusril Ihza Mahendra 0,0%
16. Yussuf Solichien 0,0%

Survei digelar pada 29 November-2 Desember 2021 terhadap 1.200 responden. Metode survei menggunakan multistage random sampling (RMS) dengan margin of error 2,50 persen dan tingkat akurasi data 95 persen. {indopolitika}

fokus berita : #Dedi Kurnia Syah