10 Desember 2021

Sumur Resapan Di Lebak Bulus Jebol, Judistira Hermawan Sentil Cara Dinas SDA DKI Pilih Kontraktor

Berita Golkar - Sumur resapan di Jalan Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan (Jaksel) jebol karena dilindas mobil. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan menyoroti Dinas Sumber Daya Air (SDA) dalam bekerja sama dengan kontraktor pelaksana.

"Saya kira ini catatan keras bagi Dinas Sumber Daya Air (SDA) ketika memberi pekerjaan kepada kontraktor pelaksana, harus jelas kompetensi dan kemampuannya, yang wanprestasi ada kelalaian dan kerusakan harus memperbaiki," kata Judistira kepada wartawan, Kamis (8/12/2021).

Judistira meminta agar kontraktor pelaksana yang tidak memiliki kemampuan dalam pembangunan sumur resapan itu agar tak dijadikan mitra. Dia berharap Pemprov DKI untuk tegas. "Ke depan tidak bisa lagi mengerjakan proyek-proyek di Pemda DKI saya kira begitu, harus tegas," katanya.

Baca Juga: Jelang Natal, Para Istri Legislator Golkar DPR RI Baksos Di Sejumlah Panti Asuhan di Tangsel

Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta itu menilai beberapa titik proyek sumur resapan memiliki hasil yang bagus. Sehingga, menurutnya, Dinas SDA harus melakukan pengawasan dan evaluasi kepada kontraktor yang membangun sumur resapan.

"Saya melihat beberapa titik bagus pekerjaannya, artinya SDA perlu terus lakukan evaluasi dan monitoring terhadap kontraktor-kontraktor ini, yang tidak perform beri sanksi tegas," tutur dia.

Lebih lanjut, Judistira menilai proyek sumur resapan saat ini menyelesaikan pembangunan tahun 2021. Dia menyebut proyek sumur resapan sudah tak ada lagi. "Ya ini kan menyelesaikan pekerjaan pembangunan sumur resapan di tahun 2021, sampai akhir tahun ini dikerjakan, tahun depan ditiadakan," sebutnya.

Baca Juga: Puteri Komarudin Desak OJK Evaluasi Produk Asuransi Unit Link

Sumur resapan di Jalan Bona Indah, Lebak Bulus jeblos karena dilindas mobil. Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Yusmada Faizal menjelaskan jebolnya sumur resapan di Lebak Bulus dan membuat mobil terperosok.

"Sumur resapan modular itu masih dalam kondisi belum selesai. Sudah dirundingkan dengan warga, malam ini sedang ditangani. Sumur resapan di jalan itu harus kuat menahan beban. Itu jebol karena betonnya baru berusia tiga hari, begitu menurut vendornya (kontraktor)," kata Yusmada kepada detikcom, Rabu (8/12).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan peristiwa ini terjadi karena beton baru terpasang sehingga belum cukup kuat menopang beban. Dia mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi.

Baca Juga: Ali Yahya: Satkar Ulama Desak DPP dan DPD Se-Indonesia Tetapkan Airlangga Capres Golkar 2024

"Itu kan ada tutup-tutup yang masih sementara sifatnya, yang belum permanen, mungkin belum kuat, (belum) cukup umurnya yang memang harus dijaga," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (9/12).

"Sudah kami sampaikan kepada Sumber Daya Air untuk melakukan evaluasi, nanti juga dibantu Bina Marga," ujarnya. {detik}

fokus berita : #Judistira Hermawan