15 Desember 2021

Popularitas Airlangga Naik Terus, Ini Arahan Ketua Bappilu Zainudin Amali Ke Kader Golkar Sumsel

Berita Golkar - Dalam menyongsong Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 yang akan dilaksanakan serentak, partai Golongan Karya (Golkar) semakin memantapkan ketua umumnya Airlangga Hartarto untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2024.

Dimana menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Golkar Zainudin Amali, sejak era reformasi partai berlambang pohon beringin tidak pernah mengusung kader sendiri, sehingga hal itu berpengaruhi terhadap perolehan kursi di senayan (DPR RI).

"Memang ada 3 agenda pemenangan pemilu baik Pileg, Pilpres dan Pilkada, tapi malam ini kita fokus pada Pilpres. Karena sejak pemilu langsung (Era Reformasi) kita belum pernah menang melalui kader sendiri, dan kita bertanya kenapa kita fokus diluar pilpres saja atau hanya meningkatkan kursi di DPR," kata Zainudin saat membuka Rapat Koordinasi Pemenangab pemilu partai Golkar, (14/12/2021) malam.

Baca Juga: Terpilih Pimpin AMPI Sumut, Ini 3 Program Intelektual David Luther Lubis

Diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI ini, dengan Pemilu 2024 pelaksanaannya masih berpatokan dengan Undang- undang nomor 7 tahun 2017, maka partai Golkar harus mempunyai calon Presiden sendiri untuk Pilpres kedepan.

"Pelajaran pemilu 2019 partai yang memiliki capres, berdampak elektoral perolehan kursi legislatif, seperti PDIP (Jokowi) dan Gerindra (Prabowo). Sehingga, Pemilu 2024 Partai Golkar harus mempunyai capres dari kader sendiri, untuk meningkatkan kursi legislatif dan Pilkada selanjutnya 2024," ujarnya.

Ditambahkan Zainudin, penetapan Airlangga untuk maju dalam Pilpres 2024 nanti, berdasarkan Munas 2019 dan Rapimnas 2021 lalu, yang sudah memutuskan ketum DPP Partai Golkar tersebut maju menjadi Capers dari Partai Golkar.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan COVID-19, Mukhtarudin Imbau Masyarakat Tak Euforia Hadapi Natal-Tahun Baru

"Kita memang sekarang diawal menetapkan Airlangga, selama ini diujung dan terkadang ada suasana internal tidak bagus, hingga perlawanan terhadap putusan partai. Disamping putusan realistis dan kenapa ada rasa confiden (percaya diri) jadi modal kita, sekarang komunikasi lintas partai sudah dijalankan oleh para tokoh- tokoh Golkar," jelasnya.

Diakui Zainudin, untuk popularitas Airlangga Hartarto sendiri selama ini cenderung naik, dimana pasa Januari 2021 sudah mencapai 29 persen dan September 37 persen.

"Kita targetkan 50-60 persen popularitas Ketum pasa pertengahan tahun depan (2022), kita optimis target itu setelah mendatangi 10 provinsi yang asa sari semangat kader," capnya.

Baca Juga: Rakorda MPO Golkar se-Jateng, Hani Hapsari: Era Digital, Saaatnya Branding Partai Di Media Sosial

Untuk itu, konsolidasi dan penataan organisasi dari tingkat provinsi sampai dengan desa dan kelurahan harus dilakukan. Meski partai Golkar merupakan partai besar, terstruktur bagus hingga desa, tapi jajaran pengurus Golkar di daerah jangan lengah, mengingat terkadang mesin partai tidak berjalan.

"Saya dulu ketua DPD Jatim ada 38 DPD II, ternyata begitu diaudit tidak seindah apa yang kita omongkan terutama tingkat bawah kita rapuh, dimana pengurus desa yang susah pindah masih tercatat, pengurus kecamatan susah 20 tahunan dan ada yang sudah meninggal. Jadi, pemilu 2024 kesempatan kita untuk menang, dengan modal kita struktur partai yang dikonsolidasikan dengan baik mulai provinsi hingga desa dan RW/RT," tandasnya.

Selain itu, untuk meningkatkan popularitas selain pengurus didaerah memperkenalkan ketum disetiap kegiatan, kader juga diminta untuk memanfaatkan sosial media (sosmed) ditengah perlembangan zaman saat ini.

Baca Juga: Orbitkan Kader Muda Potensial, Golkar Jawa Timur Minta Kaum Milenial Jadi Subyek Politik

"Pemanfaatan Sosmed, kalau dulu konvensional sekarang mau tidak mau kita main disitu, dimana seluruh pengurus harus punya Sosmed minimal WA, kemudian aktivitas ketum harus ter informasi sampai tingkat kader dibawah," pesannya.

Sementara Plt Ketua DPD I Golkar Sumsel Bobby A Rizaldi menerangkan, jika saat ini kepengurusan Bappilu di Sumsel telah terbentuk di 16 DPD II kabupaten/ kota di Sumsel, sehingga pihaknya siap untuk membawa kembali kejayaan partai Golkar khususnya di Provinsi Sumsel.

"Jadi bukan hanya Pemilu tapi pilpres Golkar harus siap, di Bapillu sudah siap diaudit pusat, dan siap program pemenangan pilpres 2024," pungkas anggota DPR RI ini. {sumsel.tribunnews}

fokus berita : #Zainudin Amali