17 Desember 2021

Supriansa: Acung Jempol Buat Jajaran Kepolisian Sudah Respons Baik Pengaduan Masyarakat di Medsos

Berita Golkar - Anggota Komisi III Fraksi Golkar, Supriansa, merespons positif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mau menanggapi persepsi masyarakat terhadap Polri dengan munculnya tagar 'Percuma Lapor Polisi' hingga 'No Viral No Justice'. Supriansa menyebut sikap Jenderal Sigit sejauh ini menunjukkan masih adanya harapan besar.

"Saya salut dan memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pak Kapolri atas atensi yang sudah diberikan terkhusus kepada delik aduan masyarakat yang selama ini dianggap kurang diperhatikan kepolisian," kata Supriansa saat dihubungi, Jumat (17/12/2021).

"Kemajuan untuk berubah menjadi polisi yang didambakan masyarakat Indonesia semakin terlihat seiring munculnya banyak harapan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial," lanjutnya.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Naik, Alumni Golkar Institute Wajharnas Salurkan Paket Sembako di Cipatat KBB

Supriansa juga mengapresiasi lantaran Polri juga mulai berupaya untuk merespons pengaduan masyarakat di medsos atau secara langsung dengan baik. Meskipun, kata dia, sejumlah insiden seperti penolakan laporan di Jakarta Timur beberapa saat lalu masih terjadi.

"Patut juga kita jempol jajaran Kepolisian karena sudah bisa merespon pengaduan masyarakat baik yang diadukan secara langsung maupun yang diadukan melalui media sosial. Namun masih ada satu dua tindakan oknum kepolisian yang cuek terhadap laporan masyarakat seperti yang baru-baru ini terjadi di wilayah Jakarta, namun kapolda metro sudah bertindak dengan tegas kepada anak buahnya yang dianggap kurang respons terhadap pengaduan masyarakat," ucapnya.

Supriansa pun meminta masyarakat tetap memberikan dukungan kepada jajaran kepolisian agar bisa menjadi lebih baik. Dia menyebut ada harapan besar di balik upaya Jenderal Sigit selama ini.

Baca Juga: Golkar Belum Sepakati RUU TPKS, Firman Soebagyo: Jangan Buru-Buru, Dengarkan Pendapat Ulama

"Itu artinya ada harapan besar jajaran kepolisian di bawah kendali Kapolri Sigit bisa menjadi lebih baik lagi. Sebagai masyarakat, mari kita dukung jajaran kepolisian untuk berbenah agar menjadi lembaga yang terbaik untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan Tanah Air," ujarnya. 

Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bicara mengenai persepsi masyarakat terhadap Polri dengan munculnya tagar 'Percuma Lapor Polisi' hingga 'No Viral No Justice'. Listyo mengingatkan jajarannya agar menanggapi serius setiap laporan aduan yang dibuat masyarakat.

Hal itu disampaikan Listyo saat bicara di acara Rakor Anev Itwasum Polri 2021 yang disiarkan di YouTube Divisi Humas Polri, Jumat (17/12/2021). Listyo sempat menyinggung tentang tagar 'Percuma Lapor Polisi'. Dia menilai tagar itu muncul karena beberapa kesalahan terkait pelayanan masyarakat.

Baca Juga: Minta RI Siap Hadapi Metaverse, Bobby Rizaldi: Jokowi Respons Baik Dinamika Global Dunia Digital

"Kenapa ini saya sampaikan, akhir-akhir ini muncul banyak fenomena yang muncul di media sosial yang tentunya ini menjadi bagian yang harus kita cermati karena ini bagian dari tugas dari rekan-rekan untuk evaluasi apa yang terjadi menyebabkan fenomena ini.

Jadi beberapa waktu lalu muncul tagar 'percuma lapor polisi', kemudian muncul tagar 'satu hari satu oknum', kekerasan berlebihan yang dilakukan Polri dimunculkan, ada kekerasan saat penanganan unjuk rasa, termasuk saat rekan-rekan bertugas, dan menerima laporan yang belum jelas sehingga terjadi penembakan, dan ini juga di mata masyarakat menjadi suatu penilaian," jelas Listyo.

Tak hanya itu, Listyo juga mengungkit tagar lain seperti 'No Viral No Justice'. Listyo pun meminta jajarannya melakukan evaluasi.

Baca Juga: Pengamat: Kinerja Terukur, Modal Airlangga Diusung Golkar Jadi Capres Unggulan di 2024

"Saat ini muncul 'No Viral No Justice', jadi kalau tidak diviralkan, maka hukum tak berjalan. Mereka membuat suatu perbandingan bagaimana kasus yang dimulai diviralkan, dibandingkan kasus yang dimulai dengan dilaporkan dalam kondisi biasa, mereka melihat bahwa yang diviralkan kecenderungannya akan selesai dengan cepat. Ini tentunya adalah fenomena yang harus kita evaluasi kenapa ini bisa terjadi," ujar dia.

"Bahkan yang terakhir, muncul fenomena 'Viral No Justice', jadi ini kemudian sudah melekat di masyarakat, bahwa harus viral karena kalau tak viral, maka proses tak akan berjalan dengan baik," kata Kapolri.

Selain itu, dengan adanya sejumlah tagar tersebut, Listyo meminta seluruh jajarannya evaluasi dan menerima kritik dari masyarakat. Listyo mengatakan pihaknya menghargai setiap saran dan kritik masyarakat.

Baca Juga: Sebut Pintu Masuk Luar Negeri Titik Krusial Masuknya Omicron, Melki Laka Lena: Jaga Ketat!

"Di satu sisi, kita harus terima semua persepsi masyarakat sebagai bagian evaluasi, bagian kritik terhadap kita dan tentunya ini adalah waktunya kemudian kita memperbaiki berbenah untuk kemudian melakukan hal lebih baik untuk memenuhi harapan masyarakat.

Namun fenomena-fenomena ini tentunya menjadi bagian dari tugas rekan-rekan untuk mengevaluasi di sisi mana yang masih kurang terkait perjalanan organisasi kita, baik secara manajemen atau secara perilaku individu sehingga kemudian ini harus kita perbaiki," katanya. {news.detik}

fokus berita : #Supriansa,