25 Desember 2021

Rudy Mas’ud Nilai Lounge VVIP Di Bandara Domine Eduard Osok Sorong Belum Representatif

Berita Golkar - Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Rudy Mas'ud menilai fasilitas Lounge VVIP di Bandara Domine Eduard Osok (DEO), di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, belum representatif untuk menerima tamu-tamu VVIP.

Untuk itu pengembangan lounge bandara perlu di tingkatkan, Pasalnya VVIP Lounge sangat penting bagi para tamu yang memerlukan kecepatan dalam pelayanan keprotokolan VIP.

"Guna memberikan layanan yang maksimal untuk para tamu VVIP, Kepala Bandara DEO, mengatakan saat ini sedang ada proses pembangunan lounge VVIP oleh pemerintah daerah, guna menunjang fasilitas bandara untuk memberikan kenyamanan.

Baca Juga: Mujib Rohmat Ingatkan Janji Mendikbud Ristek Selesaikan Pengangkatan Guru Honorer

Dengan demikian perlu adanya sinergitas Pemerintah pusat beserta daerah untuk segera menyelesaikan pembangunan tersebut,” kata Rudy usai mengikuti pertemuan BURT DPR RI dengan jajaran otoritas Bandara DEO di Sorong, Papua Barat, Jumat (24/12/2021).

Lebih lanjut Rudy menjelaskan pembangunan lounge tersebut penting guna memberikan fasilitas yang baik untuk para tamu baik kepada pejabat, wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Saya lihat memiliki destinasi wisata yang dikenal di mata dunia yakni Raja Ampat, yang merupakan surge di wilayah Indonesia timur, dikenal dengan keindahan pemandangan bawah lautnya, sehingga fasilitas (bandara) sangat perlu dikembangkan dan ditingkatkan,” pungkas legislator dapil Kalimantan Timur tersebut.

Baca Juga: Partai Golkar Barito Utara 2020-2025 Di Bawah Sri Nenitrianawati Dikukuhkan Di Muara Teweh

Politisi Partai Golkar itu mendapati informasi, bahwasanya bandara di Sorong akan merencanakan pembangunan embarkasi haji, sehingga nantinya diharapkan pemberangkatan haji di wilayah Indonesia bagian timur bisa melalui Bandara DEO. Karena selama ini pemberangkatan ibadah haji di wilayah timur termasuk dari Papua dan Papua Barat melalui Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dengan adanya usulan pembangunan embarkasi haji, diharapkan, keluarga besar muslim yang ada di Papua Barat, tidak lagi harus berangkat ibadah haji melalui bandara di Makassar.

Dengan demikian pembangunan tersebut bisa lebih menghemat jarak tempuh,waktu dan menekan biaya haji. Turut hadir Kepala Bandara Bandara DEO Cece Tarya dan Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah IX Asep Kosasih Samapta. {dpr}

fokus berita : #Rudy Mas'ud