27 Desember 2021

Survei PRC-Parameter Politik: Elektabilitas Golkar Di Posisi Ketiga Dengan 7,6 Persen

Berita Golkar - Survei kolaborasi Politika Research & Consulting dan Parameter Politik Indonesia mencatat tiga besar elektabilitas partai politik yaitu PDIP, Gerindra dan Golkar. PDIP teratas dengan elektabilitas sebesar 19,2 persen. Diikuti Gerindra 13,3 persen dan Golkar 7,6 persen.

"Seandainya dilakukan Pileg, PDIP tetap partai merajai berbagai survei ada sekitar 19,2 persen yang istiqomah dan konsisten memilih pdip jika pemilu dilakukan sekarang," ujar Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno saat pemaparan survei, Senin (27/12).

Partai berikutnya, PKB 6 persen, Demokrat 5,7 persen, serta PKS 5,3 persen. Berada di bawah ambang batas parlemen, PPP 3,3 persen, NasDem 3,1 persen, PAN 2 persen, Perindo 1,1 persen.

Baca Juga: Ada Golkar Di Muktamar NU Ke-34, Airlangga: Simbol Kolaborasi Kebangsaan dan Keumatan

Kemudian yang berada di bawah 1 persen, ada Hanura 0,4 persen, Partai Aceh 0,4 persen, PSI 0,3 persen, PBB 0,2 persen, Partai Ummat 0,2 persen, Partai Garuda 0,1 persen, PNA 0,1 persen, PKPI 0,1 persen, Gelora 0,1 persen. Tidak menjawab 12,8 persen, dan rahasia 18,7 persen.

Adi menjelaskan, hasil survei ini masih bisa berubah, apalagi semakin mendekati Pemilu 2024. Sebab, masih ada faktor yang menentukan seperti calon legislatif dan mesin politik partai, serta kampanye termasuk kampanye hitam dapat mempengaruhi. "Pasti akan berubah petanya, pasti akan berubah peta elektabilitasnya," kata Adi.

Sementara itu, survei juga menangkap kecenderungan pemilih. Sebesar 39,3 persen responden menyatakan berencana memilih partai yang sama seperti Pemilu 2019 pada Pemilu 2024. Yang menyatakan berubah sebesar 19,4 persen, dan yang masih merahasiakan sebesar 17,7 persen. "Rahasia 17,7 persen ini pemilih swing yang masih bisa dikapitalisasi partai politik," kata Adi.

Baca Juga: 30 Tahun Bersama Golkar, Eks Bupati Burhanuddin Baharuddin Hengkang Dan Pimpin PPP Takalar

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 12 November-4 Desember 2021. Sebanyak 1600 responden diambil dengan metode multistage random sampling di tiap provinsi diambil secara proporsional dengan data jumlah penduduk pada Pilpres 2019. Survei memiliki margin of error 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. {merdeka}

fokus berita : #Adi Prayitno