28 Desember 2021

Gde Sumarjaya Linggih Tegaskan Bandara Buleleng di Bali Utara Bakal Dorong Pemerataan Ekonomi Bali

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih menyatakan keberadaan Bandara Buleleng di Bali Utara akan memberikan pemerataan ekonomi bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Buleleng Bali dan sekitarnya. Lokasi pembangunan bandara juga sangat strategis di Kecamatan Kubutambahan.

Pemilihan lokasi disebutnya sudah melalui survei oleh lembaga dari Amerika. Rencana pembangunan bandara Bali Utara ini sebelumnya sempat mengalami tarik ulur, antara kawasan timur atau di kawasan barat Kabupaten Buleleng.

"Ada delapan tempat yang disurvei oleh lembaga kredibel dari Amerika, itu yang paling tepat di Kubutambahan," terang Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bali sapaan akrabnya, dalam keterangannya yang diterima Senin (27/12/2021).

Baca Juga: Muspika FC Juara Turnamen Sepakbola Piala Ketua Golkar Deliserdang

Politisi Fraksi Golkar itu menyatakan telah mendengar adanya permasalahan mengenai tanah di kawasan tersebut. Namun demikian, ia menyakini permasalahan itu dapat diselesaikan. Alasannya sederhana, untuk kepentingan masyarakat yang lebih besar yakni masyarakat di Bali Utara dan Bali secara keseluruhan.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya LinggihWakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih bersama Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara(Foto: Facebook.com/Gde Sumarjaya Linggih)

"Seolah-olah di Kubutambahan ada tanah yang masalah dan sebagainya. Kalau masalah, ada undang-undang, gampang sekali kalau untuk kepentingan umum dibebaskan," kata Demer, sapaan akrabnya.

Baca Juga: Elektabilitas Airlangga 0,8 Persen di Survei PRC-Parameter Politik, Ahmad Doli Kurnia: Masih 2 Tahun Lagi

Apabila tidak ada kesepakatan, ia mendorong agar penyelesaian dilakukan dengan mengakomodir dan mendengarkan keinginan masyarakat. Jika masih mentok, lanjut Gde Sumarjaya, proses penyelesaian bisa dilanjutkan ke pengadilan sebagaimana aturan yang berlaku.

Berkaca pada penyelesaian masalah serupa pada pembebasan lahan untuk proyek pembangunan jalan tol di berbagai daerah, Demer optimis masalah tersebut dapat diselesaikan.

"Kalau tanahnya dari delapan disurvei dulu ada di daerah Kubu, daerah Jembrana, bahkan ada di daerah bukit. Idealnya di Kubutambahan, kalau ada masalah tanah bisa diselesaikan," jelasnya.

Baca Juga: Pemerintah Setujui Tarif Tol Susun Tomang Naik, Ridwan Bae Minta Pelayanan Ikut Ditingkatkan

Di sisi lain, Demer mengungkapkan jika ke depan Bandara Ngurah Rai akan mengalami lonjakan penumpang usai pandemi Covid-19 berakhir. Apabila tidak diantisipasi dan segera dicarikan solusinya, maka akan berdampak negatif ke depannya. Berikut ia menekankan pentingnya pemerataan pembangunan.

"Itu juga akan membuat pertumbuhan yang berkualitas, ada pemerataan. Akan timbul pelaku usaha baru. Saat ini pemerataan di Bali mana? Tidak ada saya lihat," demikian Gde Sumarjaya Linggih.

Sekadar diketahui, PT Waskita Karya (Persero) Tbk pada 17 Desember 2021 telah menandatangani MoU dengan PT BIBU Panji Sakti dalam rangka Rencana Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara. Penandatanganan dilakukan Dirut Waskita Karya Destiawan Soewardjono dengan Dirut PT BIBU Panji Sakti Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo.

Baca Juga: Sambut Natal-Tahun Baru, Ormas MKGR Siantar Bagikan Ratusan Sembako Ke Masyarakat

"Dengan adanya kerja sama antara Waskita Karya dan BIBU Panji Sakti dalam membangun Bandara Internasional Bali Utara ini, saya berharap akan tercipta sinergi untuk membangun proyek infrastruktur baru yang dapat meningkatkan efektivitas penerbangan dan pariwisata di Bali serta bermanfaat bagi masyarakat Indonesia," kata Destiawan .

Penandatanganan MoU pembangunan Bandara Buleleng ini merupakan bentuk kepercayaan PT BIBU Panji Sakti terhadap Perseroan. Waskita di bidang konstruksi, properti, engineering procurement construction, dan investasi yang telah berpengalaman dalam menangani berbagai proyek pembangunan besar di dalam maupun luar negeri. {timesindonesia}

fokus berita : #Gde Sumarjaya Linggih