29 Desember 2021

Teladan Dari Tantowi Yahya, Pilih Karantina Di Hotel Mandarin Sepulang Dari Selandia Baru

Berita Golkar - Apa yang dilakukan mantan Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya layak ditiru. Selasa (28/12/2021) malam, Tantowi tiba di Jakarta sepulang dari Selandia Baru seiring berakhirnya tugas sebagai dubes di sana. Dia memilih karantina di hotel dan tidak menggunakan diskresi karantina di rumah.

“Saya sudah tiba di Jakarta tadi malam. Penerbangan dari Wellington, kemudian transit di Singapura, kemudian lanjut Singapura-Jakarta. Sekarang saya dan keluarga sedang karantina di Hotel Mandarin selama 10 hari,” kata Tantowi saat dihubungi kumparan, Rabu (29/12/2021).

Sebagai dubes yang telah berakhir masa tugasnya, Tantowi tetap mendapatkan hak sebagai pejabat negara sampai proses kepulangannya berakhir dengan tuntas.

Baca Juga: Idah Syahidah Salurkan 1.000 Paket 10 Kg Beras Premium Untuk Warga Kota Gorontalo

Saat transit di Bandara Changi, Tantowi juga mendapatkan layanan protokoler dari KBRI Singapura. Setibanya di Jakarta, Tantowi memilih untuk karantina di hotel sebagaimana kewajiban warga negara seusai tiba dari perjalanan luar negeri.

Tantowi bercerita saat dalam penerbangan Singapura-Jakarta, tepatnya menjelang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, dia bertemu dengan teman lama yang juga seorang pejabat negara. “Dia tanya saya, apakah saya dan keluarga akan masuk karantina. Saya jawab: Ya, dong,” kata Tantowi.

“Saya tanya balik ke yang bersangkutan, apakah dia sekembali dari Singapura akan juga karantina. Jawab dia: secara official memang begitu, tapi bisa diatur, lah. Saya shock, namun tetap mencoba untuk tenang dengan jawaban tersebut dan berharap dia juga melakukan karantina seperti saya,” imbuh mantan anggota DPR dari Partai Golkar ini.

Baca Juga: Alasan Golkar Usung Airlangga, Ahmad Doli Kurnia: Parpol Raup Suara Signifikan Jika Punya Capres Sendiri

Terkait keputusan memilih karantina di hotel ini, Tantowi teringat pada sosok Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. “PM Ardern tidak pernah mau melakukan perjalanan ke luar negeri, karena ketika kembali dia harus masuk karantina dulu dua minggu, dan sekarang seminggu, yang buat dia itu berat,” ucap mantan Dubes yang juga dikenal sebagai penyanyi Country ini.

Di Selandia Baru, pejabat negara, bahkan orang nomor satu di negeri itu, tetap harus menjalankan karantina sebagaimana warga biasa.

“Ada cerita menarik lagi. Kejadian dua tahun lalu di Wellington. Malam Minggu, PM Jacinda Ardern dan partner-nya ingin ngopi di Olive, salah satu cafe terkenal di Wellington yang buka sampai larut malam. Sialnya cafe penuh dan dia tidak bikin reservasi," ungkap Tantowi.

Baca Juga: Dukung Pemerintah Hapus BBM Premium dan Pertalite, Dyah Roro Esti: Asal Tak Bebani Rakyat

"Jacinda dan partner-nya ditolak masuk oleh waiter. Mereka terpaksa ngeloyor pergi. Besoknya, jadi berita besar, karena ternyata kebetulan saat kejadian, ada wartawan yang lagi ngopi di sana. Ketika dimintai komentar atas kejadian tersebut, manajer cafe bilang semua pelanggan adalah raja. Dan Jacinda tidak pernah marah atas kejadian tersebut,” jelas Tantowi yang menjadi dubes di Selandia Baru hampir 5 tahun itu. {kumparan}

fokus berita : #Tantowi Yahya