01 Januari 2022

Dwi Hartanto: Bersama Airlangga, Yellow Clinic Golkar Dukung Gaspol Vaksin COVID-19 Untuk Anak

Berita Golkar - Upaya mendukung pemerintah dalam mencapai kekebalan komunal (herd community) dilakukan Partai Golkar dengan menggelar program vaksinasi.

Tak hanya vaksinasi untuk kalangan dewasa saja, saat ini Partai Golkar melalui Yellow Clinic juga memberikan vaksinasi pada kalangan anak-anak usia 6-12 tahun yang baru diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo, awal Desember lalu.

Ketua Yellow Clinic Dwi Hartanto menegaskan vaksinasi untuk seluruh masyarakat menjadi langkah penting yang terus didorong dan diakselerasi oleh Pemerintah. Mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi termasuk kepada anak-anak juga diharapkan akan mendorong tercapainya herd immunity.

Baca Juga: Eks Bendahara Golkar Jember, Indi Naidha Wulandari Hengkang Ke PDIP

"Kami dari Yellow Clinic mendukung penuh pernyataan Menko Perekonomian Pak Airlangga Hartarto hari ini yang menghadiri langsung dan memantau pelaksanaan vaksinasi anak di SD Kemanggisan, dimana ditargetkan pada kuartal pertama, vaksinasi anak-anak bisa diselesaikan.

Vaksinasi anak-anak menjadi penting karena kita ketahui anak-anak termasuk golongan yang rentan dan sering bertemu dengan kakek-neneknya yang juga termasuk golongan rentan,” kata Dwi Hartanto disela-sela mendampingi tim tenaga kesehatan dan relawan Yellow Clinic di sentra vaksinasi anak-anak di Sekolah SDN Kemanggisan 05, Jakarta Barat, Jumat (31/12/2021).

Turut hadir mendampingi Menko Airlangga dalam acara vaksinasi ini diantaranya Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar (FPG) Dapil DKI 1, Christina Aryani, dr. Linda L.

Baca Juga: Cegah Omicron Masuk RI, Christina Aryani: Buka Tutup Pintu Kedatangan Luar Negeri Masih Diperlukan

Waseso selaku Wakil Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Partai Golkar, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Barat Zubaedah, Kepala Suku Dinas Kesehatan Yudi, Camat Palmerah Firmanudin, Lurah Kemanggisan Firmansyah, dan Kepala Sekolah SDN 05 Kemanggisan Suwarni.

Dwi Hartanto mengungkapkan hingga hari ini, Jumat (31/12/2021) program vaksinasi yang dilakukan sudah menjangkau sekitar 1,8 juta penerima dosis.

"Ini merupakan bentuk dukungan pada kebijakan pemerintah dalam melakukan penanganan pandemi Covid-19. Dan saat Presiden Jokowi mencanangkan vaksinasi bagi anak usia 6-12 tahun, kami pun siap untuk mendukung penuh dan masif oleh Yellow Clinic Partai Golkar yang dilaksanakan di sentra sekolah-sekolah," tegas Dwi.

Baca Juga: Menko Airlangga:Vaksinasi OVID-19 Anak Jadi Program Prioritas di Tahun 2022

Dia mengatakan program vaksinasi untuk anak ini sudah dimulai sejak tanggal 20 Desember lalu. "Yang pertama itu adalah sekolah Siana. Dan minggu ini kami mulai untuk berkeliling untuk sekolah-sekolah di Jakarta Barat. Terutama untuk yang berada di sekitar DPP Partai Golkar di Slipi dengan dosis vaksin Sinovac," ungkapnya.

Politisi Golkar ini juga menyebutkan upaya vaksinasi yang dilakukan oleh Yellow Clinic per hari ini sudah mencapai 750 anak SD sejak tanggal 20 Desember lalu.

"Hingga tanggal 6 Januari 2022 nanti, kita menargetkan hingga 2.500 anak SD, dengan mengandalkan para nakes dan relawan Yellow Clinic yang full speed mengejar target yang dicanangkan pemerintah," tandas Dwi.

Baca Juga: Ginandjar Kartasasmita: Miliki Calon Dengan Rekam jejak Mumpuni, Saatnya Golkar Ajukan Capres Sendiri

Selama pelaksanaan vaksinasi di seluruh Nusantara, Dwi mengaku tak pernah mengalami kesulitan maupun penolakan dalam melaksanakan program untuk pencegahan dan pemutus rantai penularan virus Korona ini.

"Tentunya ini merupakan wujud keberhasilan kabinet Presiden Jokowi, terutama Bapak Airlangga Hartarto selaku Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) . Yang selain memiliki jiwa sosial tinggi juga karena sangat memahami pentingnya kesehatan masyarakat guna mulai memulihkan perekonomian Indonesia," ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menyebutkan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum Partai Golkar meminta Yellow Clinic untuk melakukan bakti sosial dan pelayanan kesehatan ke daerah terdampak erupsi Gunung Semeru dan Merapi.

"Selama 14 hari kami di lokasi bencana, lebih dari 800 pasien yang kami tangani di tempat pengungsian. Baik itu untuk pemeriksaan kesehatan hingga pengobatan," ujarnya alumni UGM Yogyakarta ini. {suarakarya}

fokus berita : #Dwi Hartanto