08 Januari 2022

Misbakhun Sebut Digitalisasi Bawa UMKM Jadi Tonggak Ekonomi Di Tengah Pandemi

Berita Golkar - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) kini jadi tonggak penyelamat ekonomi di tendah pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi. Hal itu dikatakan anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun.

Menurut anggota Komisi XI DPR ini, UMKM telah menjadi garda terdepan dalam menopang dan membangkitkan pertumbuhan ekonomi nasional.

“UMKM mampu menyerap tenaga kerja dengan besar. Sehingga tidak terjadi PHK dan dapat menyelamatkan masyarakat untuk tetap mempunyai aktivitas usaha ekonomi,” ujar Misbakhun, dikutip SOKSINEWS.

Baca Juga: Golkar Mulai Perkenalkan Sosok Pudjono Elli Bayu Effendi Sebagai Calon Bupati Sragen di Pemilu 2024

Pasalnya, kata dia, para pelaku UMKM mulai mampu menciptakan peluang dengan beradaptasi dengan masuk ke dalam ekonomi digital.

“Selama pandemi, jumlah UMKM yang terhubung dengan platform digital meningkat lebih dari dua kali lipat atau 105 persen menjadi 16,4 juta pelaku UMKM,” tandasnya.

Dia menilai, selama tahun 2020 digitalisasi sektor UMKM membuat 7 dari 10 pelaku usaha mengalami peningkatan volume penjualan. “Berdasarkan data tersebut, pertumbuhan nilai transaksi produk kesehatan mencapai 154 persen, Makanan Minuman 106 persen, dan Elektronik mencapai 24 persen,” urainya.

Baca Juga: Eks tim Mawar Mayjen Untung Budiharto Jadi Pangdam Jaya, Bobby Rizaldi: Tak Ada UU Yang Dilanggar, Tak Masalah

Bahkan, kata dia, terdapat peningkatan transaksi e-commerce sebesar 55 persen slama pandemi berlangsung. “Di sisi lain, jumlah transaksi digital meningkat sebanyak 45 persen dan secara khusus, peningkatan transaksi e-commerce sebesar 55 persen selama pandemi Covid-19,” kata dia lagi.

Dengan pemanfaatan platform digital untuk memasarkan produk UMKM, lanjut dia, bukti UMKM tetap melangkah maju meskipun di tengah keterbatasan. “Pemerintah harus mampu hadir untuk memberikan stimulus dalam meningkatkan digitalisasi pelaku UMKM,” lanjut dia lagi.

Kini, tambah dia, pemerintah sudah punya program seperti Gerakan Bangga Buatan Indonesia yang telah membuat 8,4 juta pelaku UMKM online.

“Program bantuan tunai dan akses permodalan juga harus diperluas sehingga dapat terjangkau oleh seluruh pelaku UMKM. Begitupun dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kartu Prakerja yang telah berjalan dengan baik harus tetap dilanjutkan,” tambah dia. {lensaindonesia}

fokus berita : #Misbakhun