08 Januari 2022

Dorong RUU TPKS Segera Disahkan, Rudy Mas’ud: Kejahatan Seksual Terus Meningkat

Berita Golkar - Partai Golkar mendorong Rancangan Undang-Undang (RUU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) disahkan. Golkar menyoroti soal kasus kekerasan seksual yang meningkat.

"Bagaimanapun, Indonesia perlu menguatkan payung hukum untuk menjerat pelaku kejahatan seksual yang belakangan kasusnya relatif meningkat. Dan itu yang sedang dan akan terus Fraksi Golkar perjuangkan," kata Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud kepada wartawan, Sabtu (8/1/2022).

Dia mendukung RUU TPKS agar segera ditindaklanjuti lebih serius. Dia mengatakan Golkar memandang RUU TPKS perlu disahkan agar memberi perlindungan kepada wanita dan anak-anak yang kerap menjadi korban. "Demi memenuhi asas keadilan kita semua, dan menjadi efek jera bagi para pelaku," ujarnya.

Baca Juga: Puteri Komarudin: Gandeng Tiongkok Bangun Infrastruktur Strategis, Percepat Pulihkan Ekonomi RI

Menurutnya, RUU PKS jauh lebih luas dan mampu menjangkau para pelaku yang selama ini lolos dari jeratan hukum karena tindakan para pelaku tidak memenuhi unsur legalitas sebagai tindak pidana KUHP. Dia mengatakan dukungan terhadap RUU TPKS didasarkan sikap Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

"RUU TPKS ini memang menjadi sebuah isu yang ramai diperbincangkan. Namun kami Fraksi Partai Golkar, sesuai arahan dari Ketua Umum Bapak Airlangga Hartarto, wajib mendukung upaya-upaya perlindungan terhadap korban-korban kekerasan seksual," ucapnya.

Pada 2021, RUU TPKS telah resmi masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas). RUU ini kembali resmi masuk ke dalam Prolegnas pada akhir Maret 2021, setelah sebelumnya sempat dikeluarkan pada tahun 2020. Menurutnya, terhambatnya pengesahan RUU TPKS disinyalir karena masih ada perbedaan pandangan di antara anggota DPR RI.

Baca Juga: Walikota Rahmat Effendi Kena OTT KPK, Fraksi Golkar DPRD Kota Bekasi Siapkan Pengacara Hebat

Menurut data Komnas Perempuan, sebanyak 431.471 kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi sepanjang 2019. Jumlah tersebut naik 6 persen dari tahun sebelumnya, yakni 406.178 kasus. Dan pada tahun 2020 angka kekerasan terhadap perempuan tercatat sebanyak 299.911 kasus. {detik}

fokus berita : #Rudy Mas'ud