09 Januari 2022

Arif Fathoni Apresiasi Walikota Eri Cahyadi Secara Jantan Minta Maaf Soal Banjir di Surabaya

Berita Golkar - Ketika musim hujan tiba, problem klasik yang mendera Kota Surabaya terus berulang. Yakni, permasalahan banjir. Masalah air yang melimpah ini seakan terus menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi pemerintahan. Karena cukup menyusahkan banyak warga terutama ketika jalanan tergenang air.

Di awal tahun 2022 ini, kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang belum genap setahun diuji. Karena beberapa titik di Kota Surabaya kembali mengalami banjir.

Namun, bagi Ketua Golkar Surabaya, Arif Fathoni ada yang berbeda pada penanganan banjir kali ini. Terutama dari segi etika jelas dia. Karena Wali Kota Eri Cahyadi secara jantan berani meminta maaf kepada publik.

Baca Juga: Apresiasi PSBL Juara Liga 3 Aceh, Ilham Pangestu: Prestasi Yang Bikin Bangga Masyarakat Langsa

Menurut dia, hal tersebut adalah diksi yang sangat langka. Setelah sekian lama tidak didengar ada pemimpin di Kota Surabaya yang meminta maaf atau menyampaikan hal yang sama saat sang pemimpin menyadari adanya kekurangan.

"Saya baru menemukan pemimpin yang sesungguhnya di masa Pak Eri menjadi Wali Kota Surabaya. Karena kata maaf itu, kata maaf kepada masyarakat itu diksi yang langka," ujar Arif Fathoni.

Pria yang juga anggota DPRD Surabaya ini mengapresiasi permintaan maaf Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kepada masyarakat atas genangan yang masih terjadi di kota pahlawan ini.

Baca Juga: AMPG Babel Atur Strategi Pemenangan Pemilu 2024, Bambang Patijaya: Garda Terdepan Raup Suara Milenial

"Mudah - mudahan ini menginspirasi kepada para camat dan lurah di Kota Pahlawan ini. Hal itu, untuk menggerakkan partisipasi publik. Untuk bersama-sama bagaimana kita menangani banjir ini," tegasnya.

Dia menilai permintaan maaf dari wali kota sebagai permohonan yang serius dari seorang pemimpin. Serta juga berjanji untuk terus berbenah.

"Saya pikir ini kepemimpinan yang luar biasa. Karena kalau kita belajar ilmu kepemimpinan itu bahwa tugas pemimpin itu dua saja. Kesatu, meminta maaf kalau masih ada kekurangan dan yang kedua, berterima kasih kepada anggota atau anak buahnya kalau kemudian programnya sudah tercapai dengan maksimal," imbuhnya.

Baca Juga: Dorong RUU TPKS Segera Disahkan, Rudy Mas’ud: Kejahatan Seksual Terus Meningkat

Seperti diketahui kepemimpinan Eri Cahyadi dan wakilnya Armuji masih belum genap setahun alias masih seumur jagung dalam menangani berbagai problem penataan Kota Surabaya. Sebelumnya, kota yang juga berbatasan dengan laut ini dipimpin oleh Tri Rismaharini selama sepuluh tahun atau selama satu dekade. {jatimtimes}

fokus berita : #Eri Cahyadi #Arif Fathoni