10 Januari 2022

Sebut PLN Terlalu Dimanja Status Monopoli, Bambang Patijaya: Cari Solusi Jangka Panjang Untuk Krisis Batu Bara

Berita Golkar - Krisis supply batu bara untuk PLN telah membuat ramai nasional dengan dikeluarkannya kebijakan stop ekspor batu bara nasional selama 1 bulan oleh Dirjen Minerba. Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Patijaya menilia situasi krisis pasokan batu bara PLN adalah tantangan yang harus di selesaikan oleh Dirut PLN yang baru Pak Darmo. Ia menilai Darmo sosok yang smart dan cerdas.

"Beliau harus dapat mencari solusi untuk persoalan supply chain ini. PLN dimasa lalu terlalu dimanja dengan status monopolinya, secara Business to Business kedepan harus dapat berubah," kata Bambang kepada wartawan, Senin (10/1/2022).

Selain itu, Bambang mempertanyakan peran dan kinerja dari pada anak perusahaan PT. PLN Batubara dalam penyelesaian krisis ini. Dulu, kata Bambang, PT. PLN Batubara didirikan pada tahun 2008 untuk mengamankan pasokan batubara untuk PLTU PLN dan anak perusahaan dengan harga yang ekonomis.

Baca Juga: Lamhot Sinaga: Ahmed Zaki Iskandar dan Airin Rachmi Diany, Keduanya Potensial Pimpin DKI Jakarta

"Kita lihat dalam beberapa waktu ini ternyata tidak signifikan kontribusinya dalam mendukung kebutuhan batubara PLN, jika menurut Erik Thohir Direktur Energi Primer PLN bertanggung jawab atas problem batubara PLN, berarti PT. PLN Batubara gak ada manfaatnya untuk mendukung kinerja PLN, karena tidak berkontribusi dalam mengamankan pasokan Batubara PLN," ucapnya.

Untuk itu, politikus Partai Golkar ini menyarankan agar PT. PLN Batubara dibubarkan saja. Jangan sampai nanti dimanfaatkan pihak tertentu jadi sarang bancakan dan makelar DO Batubara untuk PLN aja. "Kita jaga PLN dari potensi yang seperti ini," ucapnya.

Bambang juga menyoroti jabatan Direktur PT. PLN Batubara yang dinilai tidak mampu mendukung kebutuhan batubara PLN-nya diangkat jadi Direktur Energi Primer PLN.

Baca Juga: Arif Fathoni Apresiasi Walikota Eri Cahyadi Secara Jantan Minta Maaf Soal Banjir di Surabaya

"Tapi ngak apa-apa, nanti kita lihat apa yang akan menjadi kebaharuan ide dan kebijakan dari Bpk Hartanto Wibowo Direktur Energi Primer PLN yang baru dalam membawa PLN keluar dari krisis batubara ini," tegasnya.

"Soalnya kalau tidak di backup Dirjen Minerba Bpk Ridwan Djamaluddin, PLN mungkin sudah bayar pet byar pet karena PLTU gak ada batubara. Dirjen Minerba kerja keras untuk amankan kebutuhan PLN. Pak Darmo silakan di excercise kinerja PT PLN Batubara, klu gak jelas, bubarkan saja. Kami dukung," tegasnya. {teropongsenayan}

fokus berita : #Bambang Patijaya