11 Januari 2022

Tanggapi Bahlil, Waketum Golkar Erwin Aksa: Jangan Tunda Pemilu, Pengusaha Justru butuh Konstitusi Stabil

Berita Golkar - Pengusaha Nasional Erwin Aksa menegaskan, Pemilu 2024 tidak perlu ditunda. Kenapa? Bila ditunda, akan membuka kotak pandora, menciptakan potensi instabilitas dan rusaknya kepastian hukum di Tanah Air.

"Justru semua itu jauh dari harapan kaum pengusaha," jelas tokoh nasional tersebut, yang saat menjabat Wakil Ketua Umum Partai Golkar.

Pernyataan Erwin tersebut, menanggapi statement Menteri Investasi Bahlil Lahadia kemarin. Seperti diketahui, dalam sebuah diskusi, Bahlil menjelaskan bahwa kaum pengusaha berharap masa jabatan Presiden Jokowi diperpanjang hingga 2027.

Baca Juga: Menko Airlangga Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Pertumbuhan Ekonomi 2022

Tidak hanya itu Bahlil juga mengatakan pengusaha berharap Pemilu ditunda dan konstitusi diubah. Menurutnya, hal ini dibutuhkan agar perbaikan ekonomi pascacovid berjalan dengan baik. Bagi Erwin, alasan di balik pernyataan tersebut justru agak meragukan.

"Setahu saya, kepentingan terbesar kaum bisnis adalah kepastian hukum. Konstitusi adalah pegangan bersama, dasarnya sistem hukum kita. Kalau gampang diutak-atik, semua orang akan merugi," katanya.

Lagi pula, menurut Erwin, sekarang tidak ada krisis besar. Dan pemulihan ekonomi Indonesia sejauh ini justru lebih baik dibanding banyak negara lain. "Ini angin lagi teduh. Buat apa kita mencari gelombang besar dan tornado yang justru berbahaya?"

Baca Juga: Lamhot Sinaga: Ahmed Zaki Iskandar dan Airin Rachmi Diany, Keduanya Potensial Pimpin DKI Jakarta

Selain itu, Erwin juga menegaskan bahwa pencapaian Pak Jokowi selama ini sudah sangat baik. Pembangunan infrastruktur dan Omnibus Law adalah legacy beliau yang membanggakan. "Mari kita dorong Pak Jokowi untuk semakin berkarya lagi dalam sisa masa jabatannya," katanya.

"Kita kawal dia agar menyelesaikan masa tugasnya dengan baik, menjadi pemimpin yang dicintai serta dikenang oleh rakyat Indonesia sampai kapan pun," jelasnya

Erwin juga menegaskan bahwa Partai Golkar sekarang adalah anak kandung reformasi. "Partai Golkar akan setia pada semangat reformasi ini. Kita ingin berjalan ke depan, bukan kembali lagi ke masa lalu yang kelam," demikian Erwin menutup pernyataannya. {makassar.tribunnews}

fokus berita : #Erwin Aksa