16 Januari 2022

Punya Modal Kuat, Indikator Politik: Pemilu 2024 Momentum Kemenangan Golkar

Berita Golkar - Pemilu 2024 akan menjadi momentum kebangkitan kembali Partai Golkar. Potensi Golkar memenangi pemilu terbuka lebar. Hal ini disampaikan Manajer Kampanye Indikator Politik Indonesia Budiman.

Menurutnya, sejarah pemilu paskareformasi mencatat kemenangan partai beringin pada tahun 2004. Pemilu 2024 Golkar mampu bangkit dan bisa meraih kembali kemenangan.

“Pernah unggul, saya kira sekarang momentum (Golkar) menang 2024. Dua dekade pasca itu, Golkar pernah meraih kemenangan di pentas politik nasional,” kata Budiman dalam diskusi betajuk Menakar Elektabilitas Partai Golkar Jelang 2024 Sabtu, (15/1/2022).

Baca Juga: Cen Sui Lan Bikin Jalan Di Kibing Batu Aji Kota Batam Mulus

Budiman menambahkan, proyeksi ini juga telah ditegaskan Ketua Umum Airlangga Hartarto bahwa dekade keenam Partai Golkar momentum memenangkan pemilu. Hal ini bukan hanya isapan jempol, Partai Golkar memiliki modal yang kuat.

“Dari sisi internal Golkar diisii tokoh berkualitas di republik ini. Dalam sejarahnya, Golkar selalu menjadi lokomotif pembanguan. Jadi, republik ini, bangsa ini, selalu dimotori oleh kader-kader terbaik partai Golkar,” tutur Budiman.

Budiman menyebut Kabinet Indonesia Maju diisi oleh sejumlah kader Partai Golkar. Airlangga Hartarto mengisi jabatan strategis sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Menurutnya, peran Airlangga ini sangat penting.

Baca Juga: Adrianus Asia Sidot Terpilih Aklamasi Pimpin Kosgoro 1957 Kalbar

Selain ketua umum, kader lain yang menjadi lokomotif pembangunan saat ini adalah Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Menteri Perindustrian, Menteri Pemuda dan Olahraga juga dijabat Zainudin Amali yang juga Ketua Bapilu Partai Golkar.

Mengacu hasil survei, terdapat tren positif opini publik terhadap perbaikan ekonomi. Menurut Budiman, lokomotif perbaikan ekonomi ini adalah kerja Airlangga Hartarto. Namun demikian, Budiman menilai kerja Airlangga belum berdampak besar terhadap elektabilitas partai.

“Saya melihat belum maksimal, yang kerja pak Airlangga Hartarto, tapi yang mendapat keuntungan pihak atau partai lain, dan secara khusus tentu Presiden Jokowi,” urainya.

Baca Juga: Mangga Bali Deklarasikan Dukungan Pada Airlangga Maju Capres 2024

Sementara itu, berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia terbaru, popularitas Airlangga Hartarto menempati urutan ketiga dari ketua umum partai untuk dipilih menjad presiden.

Dengan elektabilitas mencapai 6 persen, Airlangga unggul dari Ketua Umum PDIP Megawati dengan 3,7 persen. Menanggapi hal ini, Budiman mengatakan adanya tren kenaikan popularitas dan elektabilitas Airlangga Hartarto.

“Pak Airlangga sampai saat ini trennya meningkat, tahun lalu masih 20-an persen, sekarang 32-37 persen. Artinya ada ruang yang luas bagi Airlangga untuk meningkatkan akselerasi popularitas kepada pemilih,” bebernya.

Budiman menilai, sebagai capres yang diusung Golkar, Airlangga memiliki waktu 2 tahun mendatang untuk menaikkan popularitas dan elektabilitasnya. Setidaknya sebagai modal pilpres mendatang, popularitas Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan Menko Perekonomian idealnya di atas 50 persen.

Baca Juga: Saniatul Lativa Hadirkan 11 Balai Latihan Kerja Untuk Tingkatkan Kompetensi SDM Jambi

Selanjutnya Budiman menyarankan agar Airlangga Hartarto dan kader partai untuk menyosialisasikan Airlangga secara masif. Baik kepada basis pemilih Golkar, maupun masyarakat luas.

"Kenapa saya menyebut pak Airlangga punya modal elektabilitas 10 persen, karena pak Airlangga tinggal memaksimalkan basis partai Golkar tadi,” jelasnya.

Kantong-kantong suara Partai Golkar yang bisa dimaksimalkan meliputi Sulawesi Selatan, etnis Bugis. Selain itu, di basis suara dengan populasi pemilih besar, seperti Jabar, Jateng, dan Jawa Timur.

Secara khusus, kinerja Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian dinilai Budiman sangat luar biasa, salah satunya juga dalam transformasi digital di Indonesia. "Ini sebagai modal Golkar untuk pemilu 2024 mendatang,” ucap Budiman. {palu.tribunnews}

fokus berita : #Budiman