18 Januari 2022

Harga Obat-Obatan Kimia Farma 200 Persen Di Atas HET, Darul Siska Desak Kemenkes Kontrol Pasar

Berita Golkar - Harga jual obat-obatan di perusahaan BUMN Kimia Farma kembali dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, harga di pasaran mencapai 200 persen lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) pada obat tertentu.

Anggota Komisi IX DPR RI Darul Siska mengaku gelisah dengan naiknya harga obat-obatan di tengah pandemi Covid-19. Terlebih, Presiden Joko Widodo pernah melakukan meminta harga obat diturunkan, namun para produsen obat kembali menaikkan harga.

“Saya terganggu sekarang di masyarakat itu adalah harga eceran obat tertinggi, saya kira ini menjadi perlu di-address-kan kepada pemerintah melalui Pak Menteri Kesehatan perlu pengawasan yang lebih komprehensif tentang harga eceran tertinggi obat,” ujar Darul Siska saat rapat kerja bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di ruang rapat Komisi IX DPR RI, Gedung Nusantara I, Senayan, Senin (17/1).

Baca Juga: PDK Kosgoro 1957 Gelar Pleno Untuk Inventarisir Caleg Dan Persiapkan Musda

Legislator Partai Golkar ini juga mendapatkan informasi di lapangan, bahwa harga obat-obatan naik hingga 200 persen dari harga eceran tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Kira-kira sebulan lalu saya sempat share di grup kita harga obat yang dijual oleh Kimia Farma itu 200 persen di atas HET saya kira ini perlu langkah pemerintah,” imbuhnya.

Dia meminta agar Kemenkes melakukan pengawasan terhadap para produsen obat agar tidak menaikkan harga obat yang saat ini dibutuhkan masyarakat. “Karena BUMN saja melanggar langkah pemerintah, secara estimated sistematis harga obat ini bisa dikontrol sesuai dengan ketentuan yang ada,” tutupnya. {rmol}

fokus berita : #Darul Siska