19 Januari 2022

Putra Nurdin Halid Bakal Nikahi Ponakan Bupati Bone Andi Fahsar Padjalangi Sabtu Ini, 22 Januari 2022

Berita Golkar - Kabar bahagia menyelimuti keluarga politisi Golkar HAM Nurdin Halid. Anak keempat Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu segera melepas status lajang. Putranya bernama H Andi Muhammad Nur Al Bisry Nurdin Halid.

Ia juga adik kandung dari Wakil Ketua DPRD Makassar Andi Nurhaldin NH dan istri Bupati Sinjai Andi Nurhilda Daramata Seto. Ia akan menikahi Andi Nur Annisa Meilany, Sabtu (22/1/2022) akhir pekan ini.

Akad nikah dijadwalkan di Sandeq Ballroom Hotel Claro Jalan AP Pettarani Kota Makassar, Sabtu (22/1/2022) pagi. Sehari berselang Ahad (23/1/2022) malam, dilanjutkan resepsi pernikahan di Upperhills Convention Hall.

Baca Juga: Sentil Arteria Dahlan, Dedi Mulyadi: Kejati Yang Layak Dipecat Yang Terima Suap, Bukan Yang Berbahasa Sunda

Calon menantu NH bukanlah orang sembarang. Annisa adalah ponakan Bupati Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi. Ia putri pasangan Andi Darwin Rasyid dan Andi Khasma Padjalangi. Ibu Annisa, Andi Khasma adalah kakak kandung Puang Baso, Bupati Bone dua periode.

Andi Khasma pernah menjabat Kepala Dinas Kesehatan Bone. Sebelumnya acara lamaran dan Mappettuada berlangsung khidmat, Minggu (7/11/2021) lalu. Ketika itu pihak keluarga Nurdin Halid didampingi sejumlah politisi Partai Golkar Sulsel.

Seperti ketua dan sekretaris tim pemenangan NH, Farouk M Betta dan Irwan Muin. Ada pula Wakil Bupati Bone Ambo Dalle dan Ketua DPRD Bone mendampingi pihak laki-laki. Kemudian Direktur Perseroda Sulsel Yasir Mahmud, dan Kepala Bapenda Sulsel Andi Sumardi Sulaiman. Turut hadir Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia Ingatkan Pembangunan Ibukota Negara Baru Tak Bebani APBN

Sementara dari pihak perempuan hadir Bupati Bone Andi Fahsar Padjalangi dan anggota DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi, dan Andi Yagkin Padjalangi. Mappetuada adalah sebuah tradisi yang umumnya dilestarikan oleh suku Bugis Makassar sebelum melangsungkan pernikahan.

Tradisi dari Bugis Makassar ini dikenal dengan nama Mappetuada atau pelamaran/peresmian penentuan pernikahan. Jadi mappettuada berarti memutuskan perkataan tentang pernikahan.

Budaya uang panaik ini memang hanya dikenal dan dibudayakan oleh masyarakat Bugis Makassar sebagai penghargaan kepada keluarga mempelai wanita. Biasanya semakin tinggi derajat sang wanita maka semakin tinggi pula uang panaiknya. {tribun}

fokus berita : #Andi Muhammad Nur