26 Januari 2022

Sari Yuliati Minta Restorative Justice Diterapkan Dalam Kasus Ardi Bakrie-Nia Ramadhani

Berita Golkar - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Sari Yuliati ikut mengkritisi vonis penjara terhadap Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie terkait kasus narkoba. Sari meminta adanya penerapan restorative justice dengan mencari alternatif pemidanaan dengan tidak memenjarakan sesuai dengan undang-undang.

"Mereka ini hanya pecandu, mengacu undang-undang harusnya cukup untuk rehabilitasi,” ucap Sari dalam rapat dengan Kepala BNN Komjen Petrus Reinhard Golose, di ruang komisi III DPR, Jumat (21/1).

Penjara yang sudah penuh, lanjut Sari, menjadi pertimbangan setiap pencandu narkoba layaknya tidak dipenjara. “Tidak perlu adanya tindakan sejauh itu apalagi kita semua tahu persoalan overload Lapas yang belum ditemukan solusi signifikan,” kata dia.

Baca Juga: Pastikan Airlangga Capres 2024 Sudah Final di Golkar, Nurdin Halid: Optimis Menang!

Selain Sari, politikus Partai Gerindra Habiburokhman juga prihatin dengan vonis penjara terhadap Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie. "Ardi Bakrie, jelas-jelas diketahui (sebagai) pemakai bukan direhabilitasi, tetapi hukumannya penjara," ujarnya dalam rapat.

Habiburokhman lantas menyoroti perbedaan hukuman pemakai, pengedar, dan bandar narkoba. "Menurut saya bisa jadi penegak hukumnya juga tak paham detail, belum tercerahkan," kata dia. {jpnn}

fokus berita : #Sari Yuliati