26 Januari 2022

Amran Bakar Nai Tegaskan Golkar se-Sulteng Solid di Bawah Kepemimpinan Airlangga

Berita Golkar - Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (DPD Golkar) Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan bahwa Golkar Se- Sulteng masih solid dibawah kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto. Sekretaris DPD Golkar Sulteng, Amran Bakir Nai mengatakan, pengalaman partai berlambang pohon beringin itu sudah tidak perlu diragukan lagi diatas panggung demokrasi Indonesia.

Menurutnya, pihak manapun yang mencoba mengusik, hanyalah riak-riak kecil saja, bukan sesuatu yang besar. Apalagi sampai mempengaruhi kesoliditan para kader lainnya.

“Golkar se Sulteng masih solid dibawah kepemimpinan ketua umum Airlangga Hartarto. Kalau ada yang mengusik, apalagi mengatasnamakan partai, itu hanya riak-riak kecil saja,” kata Amran Bakir Nai kepada sejumlah wartawan di Kantor DPD Golkar Sulteng, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga: Pastikan Airlangga Capres 2024 Sudah Final di Golkar, Nurdin Halid: Optimis Menang!

Amran mengataka, hingga saat ini seluruh kader partai Golkar Sulteng puas dengan kepemimpinan Ketua umum Airlangga Hartarto, dan tidak ada satupun kader Golkar yang masih aktif meragukan kepemimpinan beliau.

Kader maupun fungsional partai kata Amran, membuktikan hal itu dengan mendukung Airlangga untuk maju sebagai kandidat bakal calon Presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Amran yang didampingi beberapa pengurus DPD Golkar Sulteng juga ikut mengklarifikasi adanya oknum mengatasnamakan kader bahkan pengurus partai Golkar yang mendesak internal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk menyelenggarakan musyawarah luar biasa nasional (Munaslub) karena menganggap Airlangga Hartato gagal mewujudkan cita-cita partai.

Baca Juga: Wakil Ketua Golkar Jabar, Jaro Ade: Petinggi Partai Jangan Baper Apalagi Caper Hadapi Dinamika Politik

“Berdasarkan SK partai, oknum yang mengeluarkan pernyataan mengatasnamakan pengurus partai Golkar bahwa kepemimpinan Airlangga Hartarto gagal, bukan lagi kader partai Golkar. Secara sah melalui proses musyawarah tingkat kecamatan, terhitung sejak tahun 2020 yang bersangkutan tidak lagi duduk sebagai kader maupun fungsional Golkar di tingkat Kecamatan,” jelasnya.

“Di usia partai yang sudah lebih dari setengah abad itu, tentu telah memiliki berbagai pengalaman Panjang sebagai sumber kematangan partai dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul pada dinamika partai,” kata Amran.

Bahkan Amran juga mengingatkan kepada seluruh kader partai baik yang masih aktif maupun sudah tidak aktif lagi untuk tidak mengeluarkan peryataan yang bertujuan untuk memecah belah partai. Jika hal itu dilakukan, maka Golkar Sulteng akan menindak tegas, baik secara kelembagaan maupun secara hukum.

Baca Juga: Meriahkan Hari Maritim 2022, Pinto Jayanegara: Yayasan Sahabat Sungai Batanghari Bakal Gelar Festival Rakit

“Jika dikemudian hari ada oknum yang bukan kader maupun kader yang melakukan hal-hal yang bisa mencederai partai, maka kami akan mengambil tindakkan tegas,” kata dia.

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Golkar Kabupaten Toli-toli, Faisal Lahadja menyampaikan akan mempertimbangkan langkah kongkrit yang akan diambil baik DPD maupun DPC. “Apabila sampai berulang, langkah hukum itu kita pertimbangkan untuk kita tempuh,” singkatnya {mercusuar}

fokus berita : #Amran Bakir Nai