29 Januari 2022

Dyah Roro Esti Harap Pengelolaan PLTS Karangasem Bisa Bermanfaat Bagi Masyarakat Setempat

Berita Golkar - Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti berharap pengelolaan Pembangkit Listrik Tata Surya (PLTS) di Kabupaten Karangasem, Bali, dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat. Sebab, dengan adanya transisi ke Energi Baru Terbarukan (EBT) ini dapat sejalan dengan momentum G20, di mana Provinsi Bali menjadi tuan rumah perhelatan internasional tersebut.

“Di samping itu kita juga mempunyai komitmen untuk mengurangi emisi karbon. Maka kenapa pentingnya kita mendorong transisi energi, baik di Provinsi Bali maupun seluruh Indonesia,” ujar Dyah Roro usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Kabupaten Karangsem, Bali, Kamis (27/1/2022).

Diketahui, Kabupaten Karangasem memiliki PLTS di Kecamatan Kubu yang memiliki kapasitas sebesar 1 MWp. Bersama Karangasem, Kabupaten Bangli juga menjadi dua kabupaten yang menjadikan Bali sebagai salah satu provinsi untuk proyek percontohan (pilot project) pengembangan PLTS skala besar pertama dengan kapasitas masing-masing 1 MWp.

Baca Juga: Gercep Tangani Kasus Pemerasan Bea Cukai Bandara Soetta, Supriansa Puji Kinerja Kejati Banten

“Karena itu, kami berharap pemanfaatan dari EBT ini bisa dimanfaatkan bagi masyarakat setempat. Yang disampaikan kepada kami dayanya itu di kisaran 1Mwp. Namun dengan adanya dukungan Komisi VII, kami berharap ini bisa ditingkatkan kembali ke depannya,” ujar Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI ini.

Meskipun demikian, Dyah Roro menyadari saat ini pengelolaan PLTS Karangasem masih di bawah kendali PT PLN dan menjadi aset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM). Sehingga, belum dihibahkan sepenuhnya ke Kabupaten Karangasem yang masih menunggu pembentukan perusahaan daerah terkait optimalisasi PLTS tersebut.

Namun, Dyah Roro melihat adanya komitmen dari KESDM, khususnya Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), yang telah mengirim surat kepada Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, untuk menghibahkan aset PLTS ini melalui pembentukan perusahaan daerah.

Baca Juga: Bamsoet Serahkan Keputusan Siapa Calon Kepala Otorita IKN Nusantara Ke Presiden Jokowi

“Maka kami berharap dengan kepastian yang ada hari ini pengelolaan PLTS di sini bisa lebih optimal lagi. Semoga dayanya bisa lebih ditingkatkan lagi agar dorongan terhadap energi EBT di wilayah ini bisa semakin maju ke depannya,” tutup legislator dapil Jawa Timur X tersebut.

Diketahui, PLTS kubu di Karangasem dengan kapasitas 1 MWp merupakan satu dari tiga proyek percontohan pembangkit listrik tenaga terbarukan pada tahun 2013.

Berada di lokasi seluas 1,2 hektar, PLTS ini tidak hanya menjadi PLTS pertama yang dibangun tapi juga menjadi PLTS on Grid terbesar di Indonesia pada saat itu yang terinterkoneksi dengan jaringan PLN dan menghasilkan listrik sebesar 2.880.080,00 KWh, dengan masa operasi 20 tahun. {dpr}

fokus berita : #Dyah Roro Esti