31 Januari 2022

Satkar Ulama Siap Perjuangkan Aspirasi Ulama, Habaib, Santri dan Umat Islam Ke Golkar

Berita Golkar - Ketua Umum DPP Satkar Ulama Indonesia Idris Laena, mengajak para ulama dan ummat bertanggung jawab kepada hak politiknya untuk ikut berpartisipasi menentukan arah negeri ini ke depannya dalam Pemilu 2024.

Tentu saja penyaluran aspirasinya sesuai dengan mekanisme yang berlaku pada sistem demokrasi di Indonesia. Menurut Idris Laena, sebagai warga negara yang patuh dan sebagai ummat yang taat kepada Umara memang diberikan kebebasan menyampaikan pendapat secara bebas.

Hal itu disampaikannya di acara Silaturahmi Satkar Ulama dengan ulama, habaib, santri serta umat yang ingin bergabung dengan Satkar Ulama di Bekasi, Minggu (30/1/ 2022) kemarin.

Baca Juga: Relawan Muda Harap Airlangga Bisa Berjodoh Dengan Anies Baswedan di Pilpres 2024

"Akan tetapi suka tidak suka, Kita ada di Negara Republik Indonesia yang demokrasinya diatur sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 serta produk Peraturan Perundang-undangan lainnya yang berlaku, maka kewajiban sebagai Warga Negara yang bertanggung jawab, kita harus taat pada aturan tersebut," kata Idris dalam keterangannya, Senin (31/1/2022).

Silaturahmi untuk pertama kalinya paska terpilih secara aklamasi Idris Laena sebagai Ketum Satkar Ulama Indonesia tersebut juga dihadiri oleh Ketua DPP Partai Golkar Erwin Aksa, Bendahara Fraksi Partai Golkar MPR RI, Mujib Rohmat, Sekretaris Fraksi Partai Golkar MPR RI Ferdiansyah, dan KH Tatang Tajudin, KH Ali Yahya.

Kekeliruan memahami kebebasan berpendapat, kata Idris, hanya akan menimbulkan kegaduhan karena seperti yang sudah sering terjadi ada ulama yang di proses hukum karena melanggar hukum karena dianggap melakukan ujaran kebencian dan lain-lain.

Baca Juga: Sarana-Prasarana Penunjang Tak Memadai, Ferdiansyah Minta PTM 100 Persen Dievaluasi Lagi

"Kekeliruan memahami kebebasan bependapat yang disalurkan tidak sesuai dengan mekanisme dalan sistem demokrasi di Indonesia, hanya akan menimbulkan kegaduhan saja dan tujuan yang diperjuangkan justru tidak tercapai," ucap Idris.

Atas dasar itu, Satkar Ulama, ungkap Idris membuka diri kepada para ulama, habaib, santri dan umat Islam yang ingin berjuang karena ridlo Allah agar bergabung dalam wadah Satkar Ulama sebagai tempat ukhuwah Islamiyah, Watoniyah (berbangsa) dan ukhuwah Insaniyah (sesama manusia) sesuai mekanisme yang berlaku dalam sistem demokrasi Indonesia.

"Satkar Ulama itu berafiliasi dengan Partai Golkar karena yang mendirikan adalah Golkar. Dan sebagai partai yang perolehan kursinya nomor dua terbanyak di parlemen Senayan, Insya Allah Partai Golkar akan selalu siap berjuang demi kepentingan ummat. Komitmen Partai Golkar sudah sangat teruji untuk itu," ucap Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Aceh, Sumut, Sumbar, Riau dan Kepri ini.

Baca Juga: Perayaan Natal 2021, Airlangga: Golkar Rumah Bersama Bagi Kebhinekaan Indonesia

Lebih Lanjut Idris menyebutkan jika aspirasi ummat yang diterimanya meneguhkan sikap ingin berjuang bersama-sama Beringin agar pada Pemilu 2024 mendatang Partai Golkar bisa memenangkan Pemilu Legislatif dan mengantarkan Airlangga Hartarto sebagai Calon Presiden (Capres) 2024.

"Mereka (ummat) meyakini Partai Golkar sangat akomodatif memperjuangkan aspirasi mereka. Jadi alangkah mudahnya memperjuangkan kepentingan ummat di Indonesia," tandas Wakil Rakyat Dapil Riau II ini. {tribunnews}

fokus berita : #Idris Laena