04 Februari 2022

Puteri Komarudin Ingatkan Bappenas Rencana Induk IKN Harus Terintegrasi dan Dikaji Komprehensif

Berita Golkar - Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin menyoroti penyusunan Rencana Induk dan Masterplan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Rancangan Undang-Undang tentang IKN telah disetujui bersama oleh DPR RI dan pemerintah dalam Rapat Paripurna DPR RI.

Secara umum Rencana Induk IKN mengatur mengenai visi, indikator kinerja utama, dan prinsip dasar pembangunan IKN yang menjadi lampiran dalam undang-undang. Sedangkan, detail teknis akan diatur dalam Peraturan Presiden tentang Perincian Rencana Induk. Saat ini, dokumen tersebut masih dalam tahap penyusunan oleh pemerintah.

“Sebelumnya Pak Suharso (Menteri PPN) menyebutkan IKN baru nanti akan menjadi Kota Dunia untuk semua dan pusat gravitasi ekonomi baru. Kami sependapat dan juga berharap nantinya IKN ini menjadi lokomotif perekonomian pulau Kalimantan dan nasional. Karenanya, hal ini perlu didukung perencanaan yang feasible, terintegrasi, dan menyeluruh.

 

Baca Juga: Ajudannya Ditangkap Karena Miliki 6,7 Kg Sabu, Ini Reaksi Gubernur Kepri Ansar Ahmad

Bappenas sebagai ujung tombak perencanaan IKN juga harus memastikan agar Rencana Induk IKN menjadi pedoman dalam tahapan pembangunan ke depan,” ujar Puteri saat Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Kementerian PPN/Bappenas yang membahas evaluasi dan capaian kinerja tahun 2021 serta rencana kerja tahun 2022, di Gedung DPR RI, Senayan, Kamis (3/2/2022).

“Bappenas harus memastikan Rencana Induk IKN yang tengah disusun ini terintegrasi dari hulu ke hilir, antar instansi vertikal dan horizontal, memperhatikan kesiapan pengembangan SDM, kearifan lokal dan pelestarian lingkungan. Termasuk harus memastikan konstelasi kewilayahan terutama hubungan dengan kota-kota satelit di sekitarnya,” tegas Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu.

Puteri juga mendorong Bappenas untuk memperjelas perencanaan Jakarta pasca pemindahan IKN. “Memang sudah disebut Jakarta nantinya akan menjadi pusat bisnis. Namun, dari segi pengembangan wilayah, seperti apa arah pengembangan wilayah Jakarta ke depan.

 

Baca Juga: Lamhot Sinaga: Revisi UU PPP Harus Atur Rinci Norma Partisipasi Publik

Apalagi wilayah Jakarta dan sekitarnya merupakan salah satu kawasan metropolitan terbesar di dunia. Karenanya, Bappenas juga perlu melakukan kajian dan perencanaan untuk optimalkan peran Jakarta ke depan,” tutup politisi Partai Golkar ini.

Sebelumnya Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan akan melakukan perencanaan secara teknokratik sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.

“Kita membangun IKN seperti yang berulang kali saya sampaikan, tidak seperti menggosok lampu aladin. Tapi kita melakukannya secara bertahap. Hari ini yang sudah kita lakukan adalah memastikan ketersediaan air. Karena itu paling penting. Dengan dibangunnya bendungan sepaku semoi dan jalan logistik,” ungkap Suharso. {dpr}

fokus berita : #Puteri Komarudin