04 Februari 2022

Wamendag Jerry Sambuaga: Tak Perlu Panik Borong Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Ketersediaan

Berita Golkar - Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengajak masyarakat agar berbelanja dan membeli minyak goreng dengan bijaksana. Pemerintah menjamin minyak goreng akan selalu ada.

"Tidak perlu borong semua, tidak perlu panic buying. Pemerintah menjamin ketersediaan minyak goreng. Jadi saya berharap fenomena habisnya minyak goreng di berbagai toko peritel tidak terjadi lagi," tegas Wamendag saat meninjau pasar murah di Pasar Raya I Salatiga ditulis Rabu (2/2).

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto turut meninjau langsung acara yang dilakukan bersama Asosiasi Peritel Indonesia (APRINDO). Pasar murah ini dilakukan dengan penjualan minyak goreng dengan harga Rp 14.000 sebanyak 1.420 liter. Bersama dengan itu juga dijual paket sembako murah.

Baca Juga: Ridwan Bae Desak Kementerian PUPR Tuntaskan PP Sumber Daya Air

Menurut Jerry, pasar murah kali ini bertujuan untuk mendorong sinergi semua stakeholder dalam kebijakan soal minyak goreng. "Intinya adalah dorongan agar setiap stakeholder bersinergi dan berkolaborasi sehingga seluruh masyarakat diuntungkan," kata Wamendag.

Beberapa pihak yang didorong dalam kegiatan ini antara lain distributor, peritel dan masyarakat sendiri. Untuk distributor dan peritel diharapkan agar bisa mematuhi dan mendukung sepenuhnya suplai minyak goreng dengan kualifikasi dan harga yang dimaksud. Dalam hal ini Wamendag Jerry mengapresiasi jaringan APRINDO dan jaringan distributor pasar rakyat.

"Dukungan APRINDO sangat luar biasa. Mereka menggerakkan seluruh anggota dan seluruh resource untuk mendukung Pemerintah. Saya berterima kasih kepada anggota Aprindo, khususnya yang terlibat dalam acara kali ini yaitu Alfamart, Indomart, ADA Toserba, Superindo, Hypermart dll," kata Jerry.

Baca Juga: Misbakhun Minta Bappenas Jelaskan Pemindahan IKN Kebutuhan Negara Bukan Keperluan Rezim

Kepada distributor pasar rakyat Jerry juga memberikan apresiasi. Menurutnya peran mereka penting karena jangkauan pemasaran mereka menjangkau hingga desa-desa dan seluruh wilayah Indonesia.

Bahan Pokok Tersedia, Kesejahteraan Rakyat Meningkat

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang turun langsung meninjau mengatakan bahwa Pemerintah sepenuhnya menjamin ketersediaan bahan pokok dan kestabilan harganya. Ini dimaksudkan agar tingkat kesejahteraan masyarakat bisa terus ditingkatkan.

Khusus minyak goreng, Menko Airlangga menilai agar fenomena kenaikan harganya akhir-akhir ini tidak mengganggu konsumsi masyarakat.

Baca Juga: Dave Laksono: Kepemimpinan Airlangga Berikan Optimisme Tinggi Kemenangan Golkar

"Jadi semua pihak diuntungkan. Para pengusaha, pekerja, pedagang dan semua pihak yang terlibat dalam industri minyak goreng diuntungkan dengan harga yang bagus, sementara masyarakat tidak terganggu suplainya dan harganya juga tetap terjangkau," kata Menko Airlangga.

Seperti diketahui, beberapa hari lalu Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengumumkan kebijakan Pemerintah soal Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) sebagai respon dari meningkatnya harga minyak goreng akhir-akhir ini. Dalam ketentuan itu setiap pengekspor harus mengalokasikan 20 persen dari jumlah yang diekspor untuk pasar dalam negeri.

Sebagai contoh jika eksportir alan mengekspor 1 juta kiloliter minyak, maka sebanyak 200 ribu kiloliter harus dialokasikan ke pasar dalam negeri. Sementara itu kebijakan DPO merupakan kelanjutan dari kebijakan minyak goreng satu harga.

Baca Juga: Musa Rajekshah Lantik Bupati Eddy KA Berutu Jadi Ketua Golkar Dairi 2020-2025

Dalam ketentuan itu, Pemerintah memberikan batas atas harga minyak goreng untuk jenis curah, kemasan dan kemasan premium. Untuk minyak goreng jenis kemasan premium dipatok harganya tidak boleh lebih dari Rp 14.000. {merd}

fokus berita : #Jerry Sambuaga