07 Februari 2022

Minyak Goreng Jadi Barang Langka, Gde Sumarjaya Linggih: Saatnya Berantas Mafia Minyak Goreng

Berita Golkar - Kenaikanan harga minyak goreng yang sudah terjadi sejak akhir November 2021 masih jadi masalah di masyarakat. Bahkan meski pemerintah sudah menetapkan harga eceran tertinggi untuk menurunkan harga, justru timbul masalah baru.

Ketersediaan minyak goreng murah di pasaran kini justru semakin sulit didapat di sejumlah daerah. Masyarakat yang takut pun mulai melakukan panic buying.

“Wajar mereka ketakutan, minyak goreng semakin mahal dan semakin susah didapatkan, karena ini salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Terlebih bagi pelaku UMKM yang tentunya sangat dirugikan karena mahal dan langkanya minyak goreng ini,” ucap anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, di Jakarta, Senin (7/2).

Baca Juga: Positif Terpapar COVID-19, Ilham Pangestu Jalani Isolasi Mandiri

Politikus yang karib disapa Demer ini sangat menyayangkan masalah harga minyak goreng yang terus brlarut dan terkesan sulit dikendalikan. Ia menilai masalah minyak goreng ini karena lambatnya Kementerian Perdagangan melakukan tugasnya.

“Seandainya, Mendag bisa lebih cepat tanggap dalam mengatasi permasalahan ini sejak awal, saya kira masalah ini bisa lebih cepat selesai dan tak perlu menyengsarakan rakyat lebih lama,” katanya.

Legislator Golkar ini juga tak menampik jika muncul adanya dugaan penghilangan barang saat pemerintah mulai melakukan operasi pasar besar-besaran. Ia menduga hal itu dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Baca Juga: Dedi Mulyadi: Kenapa Denda Prokes Mal Bandung Jauh Lebih Kecil dari Tukang Bubur?

Oleh karena itu ia juga meminta Mendag untuk memberantas kartel-kartel minyak goreng yang menyengsarakan rakyat.

Jika masalah ini berlarut-larut, Demer memperkirakan kondisi ini akan dapat mempengaruhi upaya pemulihan ekonomi yang sudah sangat baik dilakukan oleh pemerintah selama masa pandemi. “Sudah saatnya kartel minyak goreng ini diberantas,” tegas Demer. {rmol}

fokus berita : #Gde Sumarjaya Linggih,