09 Februari 2022

Survei INES: Ungguli PDIP Yang Merosot, Elektabilitas Golkar Teratas Dengan 18,2 Persen

Berita Golkar - Indonesia Network Election Survey (INES) merilis riset survei terbarunya terkait elektabilitas partai politik dan kandidat capres di Pemilu 2024. Temuan survei yaitu Partai Golkar menempati urutan teratas dengan melewati PDI Perjuangan (PDIP).

Koordinator Survei INES, Herry Soetomo, menjelaskan moncernya elektabilitas Golkar dengan meraih 18,2 persen. Golkar berada di posisi pertama mengungguli PDIP dengan 15,2 persen.

"Elektabilitas Golkar berada di peringkat teratas dengan nilai 18,2 persen. Posisi kedua ditempati PDI Perjuangan dengan angka 15,2 persen, diikuti Partai Gerindra dengan 14,8 persen," kata Herry, dalam keterangannya, Rabu, 9 Februari 2022.

Baca Juga: Bidik Kursi Bupati di Pilkada Serentak 2024, Ini Manuver Golkar KBB

Dia mengatakan urutan empat ada PKB dengan elektabilitas 7,4 persen. Lalu, ditempel Partai Demokrat 5,2 persen dan PKS 5,1 persen. Partai Nasdem jadi partai dengan nomor tujuh dengan 4,7 persen.

Menurut dia, beberapa parpol lama seperti PAN, PPP merujuk hasil survei tak lolos ke DPR pada 2024. Dua partai tersebut dari hasil survei meraih tingkat keterpilihan di bawah 4 persen. Sementara, batas angka lolos ke parlmen DPR atau parliamentary threshold (PT) yaitu 4 persen. "Dan, partai politik yang berada di bawah PT 4 persen adalah PAN 2,8 Persen, PPP 2,7 persen," tutur Herry.

Selain itu, ada parpol lainnya seperti Perindo 2,0 persen, PRIMA 1,8 persen dan Hanura 0,9 persen. Kemudian, ada Garuda 0,8 persen, PBB 0,6 persen, PSI 0,5 persen, Partai Buruh 0,2 persen, Gelora 0,2 persen, Masyumi 0,1 persen, Ummat 0,1 persen. Dalam survei ini, responden yang tidak menjawab atau tidak tahu 16,7 persen.

Baca Juga: Resmi Dilantik Sangkot Sirait Jadi Ketua SOKSI Batubara, Bakri Siap Besarkan Partai Golkar

Herry menambahkan untuk PDIP melorot dan tergeser Golkar karena kontroversial kadernya Arteria Dahlan. Ucapan Arteria yang menyinggung penggunaan Bahasa Sunda oleh Kepala Kejaksaan Tinggi atau Kajati jadi faktornya.

Sementara, ia mengatakan elektabilitas Golkar naik karena pengaruh dan kinerja Ketua Umumnya, Airlangga Hartarto. Status Airlangga yang merupakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di kabinet Jokowi dan dianggap berhasil dalam memulihkan perekonomian nasional.

"Serta penanganan COVID-19. Begitu juga sikap politik yang ditunjukkan oleh Prabowo Subianto berhasil meningkatkan tingkat elektabilitas Gerindra, di mana suara PDI Perjuangan banyak beralih ke Gerindra juga," jelasnya.

Baca Juga: Dave Laksono: Golkar dan Kosgoro 1957 Siap Bantu Pemerintah Hadapi COVID-19

Temuan survei juga menyinggung tokoh yang berpeluang jadi kandidat capres di 2024. Dalam survei, responden diajukan dengan simulasi pertanyaan terbuka yaitu 'Tokoh yang akan dipilih jika Pilpres digelar hari ini?’ Hasil survei muncul nama Airlangga Hartarto yang paling banyak dipilih dengan 10,7 persen. Selanjutnya, Ganjar Pranowo dengan 9,7 persen dan Prabowo 9,1 persen.

"Disusul Moeldoko 5,1 Persen, Ridwan Kamil 4,8 persen, Gatot Nurmantyo 4,3 persen, Anies Baswedan 4,1 persen, Muhaimin Iskandar 2,7 persen, Puan Maharani 2,6 persen dan Sandiaga Uno 2,4 persen," jelas Herry.

Selain itu, ada juga nama Khofifah Indar Parawansa dengan 2,4 persen. Berikutnya, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dengan 2,2 persen, Tri Rismaharini 1,3 persen, dan Erick Thohir 1,1 persen. Kemudian, ada juga Mahfud MD dengan 1 persen. Sementara, responden yang tak memilih atau menjawab pertanyaan tersebut sebanyak 36,9 persen.

Baca Juga: Ketua Golkar Kota Bogor, Rusli Prihatevy: Menang Pilpres Harga Mati Untuk Airlangga

Dia menambahkan, respoden juga diajukan dengan simulasi pertanyaan tertutup. Dengan pertanyaan 'Jika Pilpres diadakan hari ini, siapakah tokoh yang akan dipilih menjadi presiden 2024?' melalui simulasi nama-nama yang tertulis di kuisioner.

"Didapati Airlangga Hartarto dengan 29,2 persen. Diikuti Ganjar Pranowo sebesar 22,8 persen, Prabowo Subianto 17,8 dan Anies Baswedan 6,7 persen. Sedangkan AHY dapat 4,2 Persen, Muhaimin Iskandar 3,2 persen dari total responden, dan yang tidak memeilih sebanyak 16,1 persen," ujarnya.

Herry menambahkan, dari hasil survei menunjukkan masyarakat masih tetap ingin Presiden 2024 dari kalangan sipil. Hal ini dibuktikan dengan hampir di atas 50 persen atau 58,6 persen dari hasil survei tokoh kalangan sipil dengan 2.058 responden. Adapun yang mau Presiden dari kalangan militer hanya sebesar 30,1 persen.

Baca Juga: Bamsoet dan Akbar Tandjung Terima Penghargaan KAHMI

Survei INES dilakukan secara offline dalam waktu 14 hari pada 20 Januari hingga 3 Februari 2022. Jumlah responden terpilih dalam survei sebanyak 2.058 yaitu warga negara Indonesia yang berumur di atas 17 tahun.

Penentuan jumlah responden menggunakan multistage sampling dengan margin of error kurang lebih 2,16 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan in depth interview dengan metode face to face di 34 provinsi terpilih sebanyak 390 kabupaten/kota. {viva}

fokus berita : #Herry Soetomo