12 Februari 2022

Christina Aryani Setuju Batas Usia Pensiun TNI Dinaikkan, Baik Perwira, Bintara dan Tamtama

Berita Golkar - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar Christina Aryani, menyetujui batas usia pensiun Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat ini harus dinaikkan. Diketahui, berdasarkan UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, usia pensiun anggota TNI Bintara dan Tamtama adalah 53 tahun. Sementara itu, anggota TNI tingkat perwira pensiun di usia 58 tahun.

"Saya pribadi setuju, dikaitkan dengan kondisi saat ini tidak pas rasanya jika usia 53 tahun TNI kita harus berhenti dari dinasnya, ada baiknya ketentuan ini kita tinjau lagi," kata Christina saat dihubungi Tribun, Jumat (11/2/2022).

Christina mengatakan, seseorang saat berusia 53 tahun masih produktif. Selain itu, kebutuhan jumlah prajurit TNI saat ini juga dinilai masih kurang.

Baca Juga: Tumbuh Positif, Puteri Komarudin Nilai Sinyal Pemulihan Ekonomi RI Makin Kuat

"Kondisi dimaksud antara lain menyangkut kebutuhan jumlah prajurit sebagai komponen utama yang ternyata dirasakan masih kurang, bahwa kenyataan saat ini pada usia 53 tahun itu seseorang masih produktif, usia life expectancy yang juga sudah meningkat dan lain-lain," ucap Christina.

Terkait adanya gugatan batas usia pensiun TNI yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Christina menyebut hal itu adalah hak konstitusional warga. "Tinggal bagaimana membuktikan kedudukan hukum yang bersangkutan dan mengaitkan kepentingannya dengan pasal yang diujikan terhadap konstitusi," kata Christina.

Lebih lanjut, Christina mengungkapkan bahwa memang DPR dan pemerintah berencana merevisi UU TNI, di mana satu di antara materi perubahan ada pada usia pensiun TNI. Legislator dapil DKI Jakarta II itu menyebut, saat ini revisi UU TNI telah masuk dalam Prolegnas Long List tahun 2020-2024.

Baca Juga: Bangun Proyek Strategis Daerah Dengan APBD Murni, Airlangga Hartarto Apresiasi Bupati Halteng Edi Langkara

"Tentunya dari Prolegnas Long List ini perlu ditingkatkan dulu levelnya agar masuk ke Prolegnas Prioritas Tahunan agar bisa dilakukan pembahasan terhadap Naskah Akademik dan Draft RUU-nya," pungkas Christina. {tribun}

fokus berita : #Christina Aryani,