14 Februari 2022

Stabilkan Pasokan, Sarmuji Desak Pemerintah Setop Sementara Ekspor Minyak Goreng

Berita Golkar - Minyak goreng kemasan satu harga (Rp 14 ribu) yang ditetapkan pemerintah masih sulit ditemukan di toko ritel maupun pasar tradisional. Karenanya, anggota DPR RI Komisi XI Sarmuji meminta pemerintah untuk menyetop ekspor minyak goreng untuk sementara.

"Perlu langkah ekstrim yang harus diambil oleh pemerintah dalam menstabilkan pasokan minyak goreng dalam negeri, yaitu stop sementara Ekspor minyak goreng untuk beberapa waktu," ujar Sarmuji saat dikonfirmasi detikjatim, Minggu (13/2/2022).

Sarmuji mengungkapkan, fenomena kelangkaan minyak goreng ritel maupun pasar tradisional masih sering ditemui di sejumlah daerah Jatim.

Baca Juga: Hetifah Apresiasi Peluncuran Platform Digital Merdeka Mengajar Oleh Kemendikbud Ristek

Ketua Golkar Jatim itu lantas meminta pemerintah membuat kebijakan ekstrim. Yaitu stop ekspor minyak goreng untuk sementara waktu agar kebutuhan dalam negeri tercukupi dan stabil.

Kebijakan stop ekspor minyak goreng tersebut menyerupai langkah pemerintah untuk stop sementara ekspor batubara bulan lalu. Kebijakan itu dinilai berhasil mengatasi kelangkaan batubara untuk pasokan listrik dalam negeri.

"Tentunya kebijakan stop ekspor minyak goreng ini bisa saja di berlakukan sebagaimana halnya stop ekspor batu bara. Karena kita memiliki bahan baku berupa sawit yang melimpah," tegas anggota DPR RI Dapil Jawa Timur VI itu.

Baca Juga: Innalillahi, Wakil Bupati Dharmasraya, Dasril Panin Dt Labuan Meninggal Dunia

Ketua KAUJE itu menduga, langkanya minyak goreng di pasar dalam negeri disebabkan produsen memilih untuk ekspor CPO (crude palm oil) karena harga di pasaran dunia sedang tinggi.

"Dalam hitung-hitungan bisnis memang ekspor CPO akan menghasilkan devisa yang lebih tinggi. Tetapi sekali lagi ini bukanlah semata kepentingan bisnis/devisa, ada kepentingan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan rakyat dalam negeri. Untuk apa bisa menghasilkan devisa tinggi tetapi rakyat dihadapkan pada kelangkaan minyak goreng," pungkas Sarmuji. {detik}

fokus berita : #Sarmuji