15 Februari 2022

Fit and Proper Test KPU-Bawaslu, Gus Adhi Pertanyakan Masalah Pemutakhiran Data Pemilih

Berita Golkar - Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra atau biasa disapa Gus Adhi mempertanyakan tentang masalah data pemilih saat berlangsung fit and proper tes atau uji kelayakan dan kepatutan calon anggota KPU RI, Dahlia.

Dahlia mendapat urutan jadwal uji kelayakan dan kepatutan ketiga pada Senin (14/2/2022). Dalam kesempatan itu, Gus Adhi memuji pemaparan Dahlia. Menurut Gus Adhi, pemaparan Dahlia bagus saat uji kelayakan dan kepatutan. Lantaran dia mengedepankan teknologi informasi. Namun, itu akan sia-sia jika peran serta pemilih tidak maksimal.

Apalagi, kelemahan di Indonesia adalah mengenai data. Terutama data kependudukan, tetapi adanya pandemi Covid-19 membuat muncul aplikasi PeduliLindungi yang terhubung ke mana-mana.

Baca Juga: Stabilkan Pasokan, Sarmuji Desak Pemerintah Setop Sementara Ekspor Minyak Goreng

“Maksud pertanyaan saya, kenapa di bidang pemilu dan di bidang kependudukan kita selalu bermasalah. Bagaimana kiat Anda untuk melaksanakan pemutakhiran data sehingga peserta atau pemilih, datanya akurat,” ujar politisi dari Partai Golkar itu, di ruang Komisi II DPR RI, Gedung Nusantara, Senin kemarin.

Selanjutnya Gus Adhi menyoroti lemahnya ketertarikan generasi muda terhadap pemilu. Gus Adhi menanyakan, bagaimana kiat Dahlia agar peran serta pemilih, khususnya generasi muda bisa setiap saat ditingkatkan. Mengenai teknologi informasi, Dahlia menyatakan, memang mengenai teknologi informasi akan sia-sia bila data lemah.

“Jadi, menurut saya kekurangan kita bagaimana menyajikan data lengkap. Saya berikan contoh, Si Rekap sekarang hanya menyajikan data pemilih. Padahal, seharusnya data lengkap dan harus sesuai dengan apa yang ada dalam berita acara,” jelas Dahlia.

Baca Juga: Di Bawah Komando Munafri Arifuddin, Ribuan Kader Golkar Makassar Siap Tempur Kembalikan Kejayaan Partai

Dalam berita acara, ada data pemilih. Berapa hak pilih yang digunakan, berapa yang hadir, pindah, dan memakai KTP. Lalu ada surat suara, berapa yang sah dan tidak sah serta untuk siapa surat suara tersebut harus lengkap sehingga tidak boleh sistem Si Rekap hanya menyajikan hasil data saja, karena tidak lengkap mempresentasikan hasil pemilu sesungguhnya.

“Jadi, kalau saya terpilih sebagai anggota KPU RI, saya akan menyajikan data dan informasi secara menyeluruh. Hal itu berdasarkan apa yang ada dalam acara berita TPS, seperti apa yang saya lakukan saat berada di KPU DKI Jakarta tahun 2014,” jelas Dahlia.

Kala itu, kata Dahlia, namanya masih Situng. Di sana lengkap dan tidak hanya perolehan suara, tetapi ada data pemilih, surat suara yang digunakan dan tidak digunakan, dan seterusnya. Baru ada hasilnya sehingga orang tahu hasil perolehan suara asalnya dari mana saja.

Baca Juga: Bukti Cinta Pada Warga Sikka, Melchias Mekeng Serahkan 2 Traktor Roda 4 dan 12 Mesin Pemipil Jagung

“Ini yang saya maksud, bahwa data lengkap dahulu. Baru kemudian sistem teknologi informasinya dimaksimalkan, terutama data kependudukan. Saya lihat, apa yang dilakukan KPU RI sekarang dengan menyusun data keberlanjutan dan memutakhirkan per tiga bulan dengan sinkronisasi Siap milik Dukcapil sudah cukup baik,” ucap Dahlia. {nusabali}

fokus berita : #Bagus Adhi Mahendra Putra #Gus Adhi