16 Februari 2022

Dewi Asmara Ajak Perempuan Lestarikan Batik Sebagai Warisan Budaya Nusantara

Berita Golkar - Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia (KPP) menggelar pameran batik. Kegiatan ini untuk menunjukkan para politikus wanita anggota DPR ikut melestarikan budaya Indonesia. Demikian dikatakan fungsionaris Partai Golkar yang juga Presidium KPP, Dewi Asmara, di Jakarta, Selasa (15/2).

Pameran berlangsung sampai 18 Februari 2022 di Gedung Nusantara II DPR. Ada 20 nominasi desain ikut serta. Mereka dipilih dari "Lomba Desain Batik Nasional" yang diselenggarakan KPP sejak November 2021.

Anggota Komisi IX DPR ini menambahkan, KPP mendukung UMKM untuk terus meningkatkan kreativitas, khususnya dalam upaya pelestarian budaya yang diselaraskan dengan kekayaan alam negeri berupa rempah-rempah yang juga ikut mewarnai serat rupa batik.

Baca Juga: Iuran Lebih Mahal Dari JHT Dapat Bebani Pekerja, Melki Laka Lena Minta Program JKP Ditinjau Ulang

Sedangkan menurut Ketua Panitia Pameran, Casytha A Kathmandu, inti kegiatan ini untuk membangun sinergi dari hulu ke hilir industri batik Nusantara. "Semoga acara ini bisa menghidupkan terus semangat menjaga aset budaya dan identitas kita. Selain itu, juga memperbaiki taraf hidup masyarakat, termasuk kaum perempuan melalui batik," tutur Casytha.

Dewi yang merupakan politikus dari Fraksi Golkar menambahkan, selain memiliki kekayaan aneka rempah, Indonesia juga berlimpah tanaman yang dapat dijadikan pewarna alami batik. Misalnya saga, kunyit, kayu nangka, dan manggis.

Dengan demikian, selain berkontribusi terhadap perekonomian, produksi batik juga berkontribusi terhadap upaya merawat dan melestarikan alam.

Baca Juga: Fit and Proper Test KPU-Bawaslu, Gus Adhi Pertanyakan Masalah Pemutakhiran Data Pemilih

Sebagai bagian dari industri tekstil, kontribusi batik bagi perekonomian nasional memang cukup besar, bahkan selama masa pandemi. Menurut catatan Kemenperin, kontribusi sektor batik terhadap devisa melalui ekspor batik tahun 2020 mencapai 532,7 juta dollar AS. Selama periode triwulan I tahun 2021 mampu menembus 157,8 juta dollar AS.

Pameran ini diharapkan dapat menjadi ruang para perajin batik yang dengan setia menjaga dan melestarikan budaya bangsa lewat karya- karya mereka. {koran-jakarta}

fokus berita : #Dewi Asmara