18 Februari 2022

Gandung Pardiman: Pagelaran Wayang Kulit Itu Tontonan dan Tuntunan

Berita Golkar - Wayang kulit, akhir-akhir ini banyak dibicarakan orang menyusul adanya statemen kontroversial dari Ustadz Khalid Basalamah yang menyatakan bahwa wayang kulit haram dimainkan oleh umat Islam dan sebaiknya dimusnahkan. Pernyataan tersebut langsung mendapatkan tanggapan dari berbagai kalangan dan muncul gelombang penolakan pemusnahan wayang Kulit.

Meskipun Khalid Basalamah sudah memberikan klarifikasi tentang pernyataan tersebut dan sudah meminta maaf, namun gelombang penolakan pemusnahan wayang terus bermunculan. Tanggapan terus bermunculan dari berbagai kalangan, baik dari kalangan seniman, politisi, tokoh agama dan masyarakat umum.

Baca Juga: Adam Irham: Munas AMPI Diharapkan Lahirkan Pemimpin Baru Yang Lebih Energik

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta, Gandung Pardiman menyatakan menolak dengan tegas pemusnahan wayang kulit. Menurut Gandung, wayang kulit merupakan seni budaya asli Indonesia yang menjadi tontonan dan tuntunan kepada masyarakat yang menyaksikan maupun mendengarnya.

“Wayang Kulit itu tontonan sekaligus juga tuntunan yang mengajarkan berbagai hal dalam kehidupan. Sehingga upaya pemusnahan wayang kulit merupakan langkah tak beradab,” tegas Gandung Pardiman dalam keterangan persnya di Pendopo GPC Imogiri Bantul, Kamis (17/2/2022).

Lebih lanjut Gandung Pardiman mengatakan, wayang kulit memiliki peranan penting dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Wayang dinilai sebagai media dakwah Islam yang paling sukses di Indonesia.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Divonis 3,5 Tahun Penjara, Ketua Bakumham Supriansa: Kami Hargai Putusan Hakim

Wayang berhasil sebagai media dakwah dan syiar Islam karena menggunakan pendekatan psikologi, sejarah, pedagogi, hingga politik. Wayang kulit merupakan produk budaya yang telah ada sebelum Islam berkembang di Pulau Jawa.

Gandung Pardiman sebelum pandemi Covid-19 menggelar wayang kulit di Ponjong Gunungkidul. Kemudian pada tahun 2020 saat masa pandemi juga menggelar wayang kulit secara climen bersama dalang almarhum Ki Seno Nugroho. Sebagai penggemar wayang kulit, Gandung menyatakan dengan tegas menolak adanya upaya pemusnahan wayang kulit.

“Seharusnya kita berupaya melestarikan seni budaya asli Indonesia tersebut agar tidak punah dengan memberikan dukungan adanya regenerasi dalang wayang kulit. Kita seharusnya mendukung adanya pendidikan pedalangan dan pelatihan dalang yang memunculkan dalang-dalang cilik untuk melestarikan wayang kulit,” pungkas Gandung Pardiman. {krjogja}

fokus berita : #Gandung Pardiman