18 Februari 2022

Arus Data Institute: Elektabilitas Golkar di NTB Tertinggi Dengan 11,8 Persen

Berita Golkar - Lembaga Arus Data Institute (ADI) merilis hasil survei Peta Politik NTB menuju 2024. Survei dilakukan secara offline dalam rentang waktu sembilan hari, (4-12/1).

Tujuannya, mengetahui tingkat elektabilitas partai politiik (parpol) serta alasan memilihnya. Mengetahui kepuasan masyarakat terhadap gubernur dan wakil gubernur NTB. Hingga mengetahui permasalahan mendasar yang paling dirasakan masyarakat Lombok.

“Survei terlaksana dan kini sudah diketahui hasil responden seperti apa,” kata Muhammad Bai’ul Hak, direktur ADI.

Baca Juga: Kapal Batu Bara Sering Tabrak Jembatan di Kaltim, Hasanuddin Mas'ud: Jangan Terulang Lagi!

Responden berjumlah 600 orang. Sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ± 4,00 perssen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Wawancara dengan metode tatap muka. Quality control sebanyak 20 persen, dengan cara mendatangi kembali beberapa responden lalu mengkonfirmasi ulang.

Hasilnya, tingkat elektabilitas partai politik tertinggi diraih oleh Partai Golkar sebanyak 11,8 persen. Disusul Partai Gerindra 10,8 persen dan PKS 8,0 persen. Yang menarik, masih ada 37,7 persen yang belum menentukan pilihan (Undecided Voters).

“Hasil ini disebabkan masih adanya calon pemilih yang berusia 15-16 tahun yang belum terekam dalam survei namun memiliki hak pilih di tahun 2024,” paparnya.

Baca Juga: Mendag Lutfi Mangkir Rapat Gabungan DPR, Dedi Mulyadi: Panggil Paksa, Minta Bantuan Kepolisian!

Alasan responden memilih partai politik karena sudah terbiasa memilih partai tersebut sejak dulu tercatat sebanyak 26,3 persen, partai tersebut memihak rakyat kecil 13,1 persen. Lebih lanjut, ada beberapa hal yang menentukan pilihan responden dalam pemilu atau pemilukada. Diantaranya keluarga sebanyak 23,8 persen, tokoh masyarakat 9,3 persen dan tokoh agama 7,5 persen.

Selanjutnya, kepuasan masyarakat Lombok terhadap kinerja Gubernur Zulkieflimansyah beserta Wakilnya Sitti Rohmi Djalilah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat sebesar 48,2 persen.

Masih ada 27,2 persen responden yang tidak tahu atau memilih untuk tidak menjawab. Terakhir adalah kebutuhan paling mendesak yang harus dipenuhi pemerintah adalah menciptakan lapangan pekerjaan dan mengendalikan harga kebutuhan pokok. “Masing-masing tercatat sebanyak 38,8 persen dan 22.7 persen,” katanya. {lombokpost}

fokus berita : #Muhammad Bai’ul Hak