19 Februari 2022

Cucu Sugyati: Agen e-Warung Dayeuh Kolot Diduga Bermasalah dan Disinyalir Langgar Permensos

Berita Golkar - Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Cucu Sugyati mengaku perihatin menyikapi penegasan Pemkab Bandung melalui Dinas Sosial (Dinsos) yang akan memberhentikan agen e-warung yang disinyalir melanggar regulasi atau menyalahi aturan pelaksanaan program sembako.

Informasi tersebut menyusul dengan adanya dugaan-dugaan sejumlah agen e-warung khususnya di wilayah Dayeuh Kolot yang diduga melanggar Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 5 Tahun 2021, atau penyaluran rogram bantuan pangan non tunai (BPNT) bagi jeluarga penerima manfaat (KPM).

“Menurut informasi, temuan pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah agen e-warung tersebut, diketahui ketika Dinsos tengah melakukan sidak, alhasil ditemukan berbagai permasalahan di wilayah Dayeuh Kolot,” katanya.

Baca Juga: Cen Sui Lan Datangkan Teropong Canggih Pemantau Hilal Untuk BMKG Kepri, Radar MS2 Untuk Natuna Segera Menyusul

Adapun salah satu permasalahan yang ditemukan dilapangan, lanjut Anggota Dewan DPRD Jabar asal dapil Kabupaten Bandung ini, seperti menjual sembako secara paket, namun volume dan kualitasnya tidak sesuai, hal ini yang kemudian membuat Dinsos Kabupaten Bandung meredang.

“Padahal pemerintah membebaskan e-warong untuk menentukan pemasok (supplier) bahan pangan dan tidak mengintervensi penentuan pemasok dan harga bahan pangan, tentuya dengan berbagai ketentuan sesuai aturan pemerintah,” ujarnya.

Guna memudahkan KPM memenuhi kebutuhannya, politisi Golkar ini mengungkapkan, warung yang melayani program sembako harus menjual bahan pangan yang mengandung sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, maupun vitamin dan mineral yang kualitas baik, sesuai dengan harga pasar khususnya di Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Selaras ARB Pasang Badan, Taufan Pawe Juga Tegaskan Kader Golkar Sulsel Solid Menangkan Airlangga

“Dalam menyediakan bahan pangan, e-warong diimbau untuk memajang daftar harga serta menerapkan 6 T, yakni tepat harga, tepat sasaran, tepat kuantitas, tepat kualitas, tepat administrasi dan tepat waktu,” ungkapnya.

Terakhir, Cucu berharap, agar Dinsos aktip melakukan pengawasan terhadap para agen e-warung, tidak hanya di wilayah Dayeuh Kolot saja, akan tetapi harus dilakukan hal yang sama di wilayah Kabupaten Bandung lainnya, jika terbukti adanya agen e-warung yang melanggar, maka jangan segan-segan untuk ditindak tegas.

“Untuk mencegah kasus serupa terjadi lagi, maka, Dinsos harus melaksanakan pemantauan dan pengendalian secara rutin, serta menerima dan menindaklanjuti laporan dari masyarakat,” pungkasnya. {visi.news}

fokus berita : #Cucu Sugyati