19 Februari 2022

Dampak Limbah Amoniak PT PIM Dibuang Ke Laut, Salim Fakhri Minta Tim KLH RI Turun Ke Aceh Utara

Berita Golkar - Anggota Komisi IV DPR RI M Salim Fakhri dari Partai Golkar, meminta Tim Kementerian Kehutanan Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia, segera turun ke Aceh Utara untuk mengecek langsung dugaan pembuangan limbah Amoniak PT PIM ke perairan Laut Krueng Geukueh, Kabupaten Aceh Utara.

Karena dengan ekses pembuangan limbah amoniak tersebut telah berdampam buruk bagi lingkungan sekitar perusahaan. Bagaimana tidak, sebelumnya dikabarkan kawanan ikan mati di kawasan pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara.

"Kalau PT PIM benar buang limbah ke laut, ini tidak boleh dibiarkan karena itu sudah mencemari lingkungan dan menyebabkan populasi ikan di laut punah," ujar M Salim Fakhri, kepada Serambinews.com, Sabtu (19/2/2022).

Baca Juga: Pengamat Unhas: Popularitas Airlangga Terus Meroket di Berbagai Lembaga Survei

Dikatakan Salim Fakhri yang juga Ketua DPD Partai Golkar Aceh Tenggara itu, limbah apapun dia tidak boleh sembarangan di buang ke laut. Kalau bak penampungan tidak memadai, PT PIM harus mencarikan langkah-langkah atau solusi, bukan membuang limbah begitu saja.

"Saya sebagai Anggota Komisi IV DPR RI asal Aceh Fraksi Golkar DPR RI, akan turun ke lapangan untuk mengecek pembuangan limbah tersebut," tegasnya.

Kawan Ikan Mati

Kawasan Pelabuhan Krueng Geukuh Aceh Utara kembali tercemar limbah cair, sehingga menyebabkan ikan-ikan mati secara mendadak. Penyebabnya diduga berasal dari limbah amoniak dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Baca Juga: Soal Pembahasan RUU Penanggulangan Bencana, Ace Hasan: 2 Tahun Dibahas Deadlock Tak Ada Titik Temu

Informasi yang diperoleh, kawasan tersebut tercemar amoniak sejak Senin malam lalu saat kondisi hujan. Keesokan pagi, banyak ikan yang mati terapung dan terdampar ke pesisir. Selain itu aroma menyengat juga tercium ketika arah angin meniup kebibir pantai.

Amatan dilokasi Rabu (9/2/2022) pagi sekitar pukul 10.30 WIB, beberapa ikan tampak terapung di atas permukaan air sudut utara pelabuhan Krueng Geukuh. Dasar pantai dipenuhi bubuk putih. Kemudian kawanan ikan mati terlihat di pinggir pantai dekat dengan pagar PT PIM.

“Malam kemarin air terlihat putih semua, mata juga jadi perih, aroma amoniaknya bikin pusing,” ucap Fadli warga sekitar pelabuhan kepada, Serambinews.com, Rabu (9/2/2022).

Baca Juga: Seluruh Perangkat Golkar All Out Menangkan Airlangga Hartarto di Pilpres 2024

Ia mengakui Selasa kemarin ikan masih banyak terlihat terapung, namun sekarang sudah terbawa arus pasang. “Kalau sekarang paling ada beberapa lagi di pinggiran. Bagi kami kejadian seperti ini sudah biasa, tiga atau enam bulan sekali pasti ada,” sebutnya.

Mereka mengaku sudah bosan dengan limbah itu, karena sudah berkali-kali menemui pihak perusahaan dengan membawa bukti. Namun selalu ditanggapi santai dan berjanji akan ditangani, namun tidak pernah diwujudkan.

“Kalau sudah tercemar seperti ini, ikan baru ada lagi enam bulan ke depan. Dulu kami bisa dapat ikan disekitar sini, sekarang tidak ada lagi, ikan kecil sampai lainnya mati semua,” ungkap Fadli.

Baca Juga: Menpora Zainudin Amali Ingin AMPI Ambil Peran Membangun Anak Muda Indonesia

Kemudian, selain itu M Isa (35) warga Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara juga membenarkan melihat ikan mati karena tercemar limbah. Menurutnya diduga setelah amoniak dibuang dua hari lalu, menyebabkan ikan mati di perairan sekitar pelabuhan PT PIM, Pelabuhan Umum, dan Pelabuhan eks PT Asean.

“Ini sekarang masih banyak ikan mati, terutama di pinggir pantai dekat pabrik PT PIM, bisa dijangkau melalui pelabuhan Krueng Geukuh,” timpalnya.

Akibat sering terjadi, nelayan tidak bisa lagi mendapatkan ikan di kawasan tersebut. termasuk pemancing yang dulunya kerap berkerumunan di kawasan tersebut, saat ini tidak lagi karena semua ikan mati.

Baca Juga: Gandung Pardiman: Pagelaran Wayang Kulit Itu Tontonan dan Tuntunan

“Tidak hanya ikan, biota laut lain juga musnah karena sering terpapar limbah, saya tidak tahu pasti apa nama limbahnya, tapi kalo dari aroma seperti limbah amoniak,” cetusnya.

Sementara itu Assisten Vice President Humas PT PIM, Dedi Ikhsan membenarkan limbah tersebut, dan sedang dalam proses penanganan. “Terkait limbah sedang ditangani secara maksimal oleh PIM dan dilakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” jelas Dedi. {aceh.tribunnews}

fokus berita : #Salim Fakhri