20 Februari 2022

Minta Penimbun Minyak Goreng Dihukum Berat, Sarmuji: Ini Urusan Dapur, Menyangkut Emak-Emak

Berita Golkar - Ketua DPD Golkar Jawa Timur (Jatim), M. Sarmuji geram terkait kasus temuan minyak goreng satu juta liter di Deli Serdang. Dia mengaku kasus tersebut cukup mengejutkan di tengah kelangkaan minyak gorang di pasar.

“Temuan satu juta liter minyak di Deli Serdang benar-benar memilukan di saat rakyat kesulitan menemukan minyak goreng dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Tindakan tersebut sama sekali tidak dapat dibenarkan,” kata Sarmuji, Minggu (20/2/2022).

Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Golkar ini pun mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum bersikap tegas terhadap penimbun. Dia menyebut, jika benar pemilik memiliki motif menimbun untuk memperkaya diri, maka yang bersangkutan harus dihukum berat.

Baca Juga: Dampak Limbah Amoniak PT PIM Dibuang Ke Laut, Salim Fakhri Minta Tim KLH RI Turun Ke Aceh Utara

“Jika motifnya menimbun maka pemilik harus dihukum agar kejadian tersebut tidak terulang. Jangan sampai di lain waktu hanya untuk meraih keuntungan besar dia mengorbankan kepentingan orang banyak,” katanya.

Lebih jauh, Sarmuji memandang, tindakan tegas juga diperlukan agar di tempat lain tidak ada lagi kasus penimbunan berskala besar. Sebab, selain membahayakan secara ekonomi, ulah penimbun juga membahayakan secara sosial.

“Menimbun dapat menimbulkan distorsi harga di pasaran akibat suplai barang tersendat. Yang lebih berbahaya, menimbun juga dapat menimbulkan kerawanan sosial akibat kelangkaan barang yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga: Mukhtarudin Sambut Baik Peletakan Batu Pertama Perluasan PT Smelting Gresik Oleh Menko Airlangga

Sarmuji kemudian mengingatkan agar para pihak berhati-hati jika menyangkut kebutuhan emak-emak. “Minyak goreng ini urusan dapur, urusan yang banyak menyangkut emak-emak. Jika emak marah, bapak juga ikut pusing. Bisa menimbulkan frustasi secara sosial,” Sarmuji berseloroh. {kronologi}

fokus berita : #Sarmuji