20 Februari 2022

Menpora Zainudin Amali Janji Bakal Sikat Mafia Bola di Liga Indonesia

Berita Golkar - Mafia bola mencuat ramai, menyusul keputusan kontroversi wasit pada pertandingan Liga 1 maupun Liga 2. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali akhirnya angkat bicara mengenai kabar tersebut.

Sebelumnya, pendukung Persebaya atau Bonek menggelar aksi unjuk rasa di Surabaya menuntut revolusi PSSI karena disinyalir adanya mafia bola. Demo itu lantas dilanjutkan dengan surat terbuka Bonek, yang mengkritik kinerja Ketua Umum PSSI Mohammad Iriawan alias Iwan Bule. Masalah mafia bola masih jadi sorotan.

"Tidak boleh dirusak oleh mafia sepak bola maupun naturalisasi pemain yang serampangan," kata Zainuddin Amali di sela kesibukannya di Surabaya, Sabtu 19 Februari 2022.

Baca Juga: Di Bawah Kepemimpinan Musa Rajekshah, Golkar Terus Beri Manfaat Bagi Masyarakat Sumut

Menpora mengungkapkan apresiasinya kepada aparat Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) yang telah menetapkan lima orang tersangka perkara pengaturan skor di Liga 3 Zona Jatim. Pada 17 Februari lalu, Polda Jatim menetapkan tersangka terhadap Bambang Suryo, Dimas Yopi, Perwira Nusa, Imam dan Ferry Aprianto.

Polisi menetapkan status tersangka terhadap lima orang tersebut setelah menemukan indikasi pengaturan skor pada laga tim kesebelasan Gestra Paranane FA melawan Persema Malang dan kontra NZA Sumbersari FC di babak penyisihan Grup B Liga 3 Zona Jatim tahun 2021. "Saya tentu tidak ingin ada praktik mafia sepak bola seperti itu," ungkap politisi Partai Golkar ini.

"Saya tentu tidak ingin ada praktik mafia sepak bola seperti itu," imbuh dia. Maka, Menpora Zainudin Amali menyatakan dukungannya kepada Persatuan Sepak Bola se- Indonesia (PSSI) untuk menegakkan disiplin dengan tegas.

Baca Juga: Satu Komando Dengan ARB, Ahmed Zaki Iskandar Pastikan Golkar Jakarta Siap Menangkan Airlangga

"Kalau memang terbukti ada fakta-fakta merusak persepakbolaan nasional, maka itu didorong ke proses hukum," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Menpora Zainudin Amali juga mengungkapkan dukungannya terhadap usulan naturalisasi yang direkomendasikan oleh PSSI.

Pada 10 Februari lalu, Menpora memimpin rapat yang turut dihadiri langsung oleh pelatih tim nasional sepak bola Indonesia Shin Tae-yong, terkait usulan naturalisasi terhadap Sandy Wals dan Jordi Amat. Keduanya adalah pemain keturunan Indonesia yang sedang bermain di Liga Eropa.

Sandy Wals saat ini sedang bermain di Liga Belanda, sedangkan Jordi Amat merumput di Liga Spanyol. Menpora menyatakan siap membantu proses naturalisasi kedua pemain tersebut melalui instansi pemerintahan terkait. "Tetapi, kami sangat ketat. Saya tidak mau naturalisasi itu seperti yang dulu-dulu," katanya.

Baca Juga: Cen Sui Lan Datangkan Teropong Canggih Pemantau Hilal Untuk BMKG Kepri, Radar MS2 Untuk Natuna Segera Menyusul

Menpora Zainudin mencontohkan proses naturalisasi sebelumnya dilakukan padahal pemain yang bersangkutan tidak berguna untuk tim nasional Indonesia.

"Kalau dulu kan pengurus klub meminta naturalisasi langsung kita jalan. Sekarang tidak, harus melalui rekomendasi federasi PSSI. Sehingga ada yang bertanggung jawab. Kami tanyakan apa urgensi dari naturalisasi itu," tuturnya.

Menpora Zainudin Amali menegaskan naturalisasi dalam rangka meningkatkan performa tim nasional Indonesia di pentas dunia hanya bagian dari program jangka pendek. "Program jangka panjangnya tetap mengutamakan pembibitan terhadap pemain-pemain usia dini di dalam negeri," pungkas dia. {zonasurabayaraya}

fokus berita : #Zainudin Amali