23 Februari 2022

Elektabilitas Golkar Disalip Demokrat di Survei Litbang Kompas, Dave Laksono: Masih Banyak Yang Bisa Berubah

Berita Golkar - Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono tak mempersoalkan posisi Partai Demokrat yang berdasarkan survei Litbang Kompas menyalip elektabilitas partainya. Dave menyebut elektabilitas partai masih bisa berubah-ubah.

"Kan belum mulai tahapan pemilu. Masih banyak hal yang bisa berubah," kata Dave kepada wartawan, Selasa (22/2/2022) malam.

Dave mengatakan Golkar selalu melakukan kajian terkait kondisi politik. Selain itu, kata dia, Golkar selalu melakukan penguatan jaringan sampai ke tingkat desa. "Golkar selalu melakukan kajian-kajian akan berbagai macam hal dan juga melakukan penguatan jaringan sampai tingkat desa," ucapnya.

Baca Juga: Athaillah Hasbi: Pancasila Penangkal Paham Radikal Yang Tak Sesuai Kepribadian Bangsa

Anggota Komisi I DPR ini juga mengaku tidak khawatir karena Golkar melakukan survei internal terkait elektabilitas. Menurutnya, selalu ada data pembanding dari survei tersebut.

"Kami juga melakukan survei internal untuk melihat tren kenaikan. Beda survei kan beda metode, jadi selalu ada data pembanding," ujarnya.

Survei Litbang Kompas

Survei Litbang Kompas terhadap elektabilitas partai menunjukkan hasil mengejutkan. Versi survei tersebut, Partai Demokrat kini masuk 3 besar parpol dengan elektabilitas tertinggi.

Baca Juga: Nilai Andi Widjajanto Tepat Jadi Gubernur Lemhannas, Bobby Rizaldi: Semoga Tak Berpolemik

Survei Litbang Kompas digelar pada 17-30 Januari 2022 dengan melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi. Responden ditanya melalui wawancara tatap muka. Menggunakan metode tersebut, tingkat kepercayaan survei ini 95% dengan margin of error plus-minus 2,8%.

Hasilnya sebagai berikut:
- PDIP 22,8%
- Gerindra 13,9%
- Demokrat 10,7%
- Golkar 8,6%
- PKS 6,8%
- PKB 5,5%
- NasDem 3,5%
- PPP 2,8%

Baca Juga: Elektabilitas Digeser Demokrat Dari 3 Besar Survei Litbang Kompas, Zainudin Amali: Hasil Akhirnya Akan Berbeda

- PAN 2,5%
- Perindo 2,5%
- PSI 0,9%
- Hanura 0,6%
- PBB 0,6%
- Garuda 0,4%
- Lainnya 0,3%
- Tidak tahu/rahasia 17,6% {detik}

fokus berita : #Dave Laksono