23 Februari 2022

LSI Denny JA Nilai Dedi Mulyadi Bakal Jadi Pesaing Berat Ridwan Kamil di Pilgub Jabar

Berita Golkar - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dedi Mulyadi dinilai akan menjadi pesaing berat Ridwan Kamil (RK) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2024 mendatang. Hal ini merujuk kepada hasil survei dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dilakukan pada 2-7 Februari lalu.

Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah menyebut Dedi Mulyadi merupakan figur yang mempunyai potensi besar jika dilihat dari elektabilitasnya yang meroket. Dalam simulasi 20 calon gubernur, Toto mengatakan Ridwan Kamil memimpin dengan 45,2%, sedangkan Dedi Mulyadi 24,7%, dan Dede Yusuf 8,5%.

Jika dikerucutkan menjadi 6 calon, Ridwan Kamil masih memimpin dengan 47,3%, Dedi Mulyadi 25,5%, Dede Yusuf 12,7% dan yang lainnya seperti Uu Ruzhanul Ulum, Ahmad Syaikhu, M. Farhan masih tetap dibawah 5%.

Baca Juga: Anggota Fraksi Golkar DPRD Maluku Fredy Rahakbauw Meninggal Dunia, Dimakamkan Di Jakarta

Adapun jika menggunakan simulasi 10 calon tanpa Ridwan Kamil, posisi Dedi Mulyadi melesat ke 38,0%, disusul Dede Yusuf menjadi 22,7%, Uu 6,7%, Desy Ratnasari 5,8%, Ahmad Syaikhu 3,5% dan Attalia Kamil 1,8%.

"Dari simulasi tanpa RK, terlihat jelas bahwa Kang Dedi Mulyadi (Kang DM) yang paling banyak menerima berkah limpahan suara. Disusul Dede Yusuf yang cukup tinggi juga. Karena itu, jika RK akhirnya lebih memilih sebagai capres atau cawapres, tidak sebagai cagub, maka hanya Dedi Mulyadi yang punya potensi melenggang menang," kata Toto dalam keterangan tertulis, Rabu (23/2/2022).

Namun, Toto juga mengatakan peluang bagi kandidat lain juga masih terbuka sejauh mereka mampu memenuhi tuntutan untuk menang. Baik tuntutan mendongkrak pengenalan maupun kesukaan dengan kampanye yang terukur. Terlebih, masih ada waktu sekitar tiga tahun kurang sampai 2024 nanti.

Baca Juga: Jelang KTT G20, Muhammad Fauzi Minta Bandara I Gusti Ngurah Rai Berbenah

"Hanya RK dan kang DM yang sudah memiliki strong supporter, atau pemilih militan cukup tinggi, yaitu RK 33,5% dan DM 13,7%. Yang lainnya, termasuk Dede Yusuf masih di bawah 5%. Biasanya, kategori pemilih seperti itu, tak akan berubah sampai hari H pemilihan. Kecuali ada badai politik dahsyat yang menimpa mereka," jelas Toto.

Menurut Toto, ada beberapa faktor yang dimiliki Dedi Mulyadi hingga elektabilitasnya melesat menyaingi Ridwan Kamil. Disebutnya, Dedi Mulyadi memiliki dukungan di aneka segmen demografis seperti suku, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, pemilih partai, dan sebaran zona daerah pemilihnya.

Faktor lain yang turut membuat elektabilitas Dedi Mulyadi melesat yaitu aktivitasnya di sosial media. Dari temuan LSI, konten media yang paling disukai masyarakat menyebut Dedi Mulyadi lebih unggul dengan persentase Youtube 17,2%, Facebook 6,6%, Intagram 0,8%, dibanding Ridwan Kamil yang hanya unggul di Instagram 4,7% dan Youtube 4,2%.

Baca Juga: Muda-Mudi di Manokwari Papua Deklarasikan Dukungan Untuk Airlangga Hartarto Jadi Capres 2024

"Kekuatan Kang DM di medsos lebih pada kontennya yang news value. Dia bermain isu yang kuat public interestnya seperti isu kerakyatan, bantuan kepada rakyat kecil, soal sampah dan sejenisnya. Ditambah lagi dia juga punya brand yang kuat sebagai tokoh Sunda yang setia dan konsisten memperjuangkan dan melestarikan sunda, dalam arti peradaban, bukan suku," ungkapnya.

Sementara itu, LSI juga memaparkan hasil survei elektabilitas partai di Jawa Barat. Adapun hasil survei tersebut untuk sementara menyebut PDIP masih memimpin dengan 18,8%, Gerindra 17,5%, Golkar 14,7%, PKS 11,2%, Demokrat 9,2%, PKB 4,7%, PPP 4,2%, sedang yang lainnya dibawah 3%. Ada pula sekitar 12,9% yang merahasiakan dan tidak tahu atau tidak jawab.

Lebih lanjut, hasil survei LSI Denny JA juga mengungkapkan pengaruh partai pengusung terhadap calon gubernur. Dari hasil itu, 79,5% mengaku lebih mempertimbangkan sosok pasangan, dan 15,8% mempertimbangkan partai pengusung.

Baca Juga: Yesenia Liyanto Bagikan 1.000 Bibit Ikan Lele Berikut Pakannya di Kuatnana, TTS

Kemudian terkait pilihan karena partai politik atau independen, sebanyak 36,7% lebih menyukai figur yang didukung parpol, 30,8% lebih menyukai calon independen dan 27,7% mengaku sama saja antara didukung parpol dengan independen. {detik}

fokus berita : #Dedi Mulyadi #Toto Izul Fatah