25 Februari 2022

Meutya Hafid: Indonesia Dapat Mainkan Peran Penting Redakan Konflik Rusia-Ukraina

Berita Golkar - Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid, menilai Indonesia dapat memainkan peranannya dalam meredakan konflik Rusia-Ukraina. Menurutnya, RI memiliki sejarah hubungan luar negeri yang baik dengan kedua negara.

Dia mengatakan Indonesia perlu berperan dalam menciptakan dan membangun perdamaian dunia. Sesuai amanat konstitusi, yaitu turut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia.

"Sikap Indonesia harus mendorong penegakan prinsip internasional soal penghormatan atas keutuhan dan kedaulatan wilayah. Indonesia mesti menginisiasi penyelesaian damai, baik itu secara bilateral dengan Rusia dan Ukraina maupun melalui Majelis Umum PBB," kata Meutya dilansir Antara, Jumat, 25 Februari 2022.

Baca Juga: Lamhot Sinaga Puji Keseriusan Jokowi Kembangkan Destinasi Wisata Super Prioritas Danau Toba

Dia menuturkan Indonesia dapat mengambil peran menginisiasi penyelesaian damai dengan memegang Presidensi G20. Serta memiliki kewajiban konstitusional untuk aktif menciptakan perdamaian dunia.

Menurut Meutya, apabila dibiarkan, saling serang antara kedua negara bisa menjadi perang terbuka yang meluas. Berpotensi menjerumuskan dunia ke dalam Perang Dunia III.

"Saya berpandangan bahwa penyelesaian damai di Majelis Umum PBB sebagai satu-satunya upaya terbuka karena dalam Majelis Umum PBB tidak ada hak veto dan semua negara anggota memiliki satu suara yang sama," ujarnya.

Baca Juga: Bamsoet Minta Kader Golkar Purbalingga Ikut Kembangkan Gagasan Desa Wisata Digital

Meutya juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional berupaya mendorong pihak yang bertikai untuk kembali ke meja perundingan. Dengan mengedepankan Piagam PBB, hukum internasional, dan resolusi PBB.

Politisi Partai Golkar itu juga meminta semua pihak untuk berkomitmen melindungi warga sipil. Sesuai dengan Konvensi Jenewa IV 1949 maupun hukum humaniter internasional. "Situasi perang tidak boleh menghalangi bantuan kemanusiaan kepada para korban khususnya warga sipil," jelas dia. {medcom}

fokus berita : #Meutya Hafid