03 Maret 2022

Pindahkan Ibukota Negara, Bamsoet: Jokowi Sedang Wujudkan Cita-Cita Soekarno, Soeharto dan SBY

Berita Golkar - Presiden RI Joko Widodo telah meneken UU Nomor 3 tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN) pada 15 Februari 2022 lalu. Artinya, IKN tidak lagi berada di Jakarta tapi di Provinsi Kalimantan Timur dengan nama IKN Nusantara.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet menilai, Jokowi tengah berupaya mewujudkan cita-cita besar tiga Presiden RI soal pemindahan IKN.

Dia merinci pada tahun 1957 lalu, Presiden pertama Soekarno berkeinginan memindahkan IKN ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kemudian Presiden kedua Soeharto berencana memindahkan IKN ke Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 1997 lalu.

Baca Juga: Serap Aspirasi Masyarakat, Cen Sui Lan Bakal Reses 3 Hari Ke Kabupaten Natuna

“Serta pada tahun 2010, Presiden (keenam) Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan opsi pemindahan Ibu Kota Negara baru,” ujar Bamsoet saat membuka diskusi virtual Kosadata bertajuk ‘Merancang IKN jadi Smart Forest City’ pada Kamis (3/3/2022).

Bamsoet mengatakan, pemerintah telah membuat konsep perencanaan pembangunan IKN Nusantara yang berbasiskan pada area hijau dan hutan sekitar 70 persen dari luas total wilayah. Kemudian 80 persen penggunaan transportasi publik juga didukung energi hijau dalam IKN Nusantara.

“Spirit IKN Nusantara adalah representasi masyarakat Indonesia yang berkembang dinamis, cepat dan modern dengan tujuan masa depan bersama. IKN Nusantara juga menggambarkan masyarakat yang berpikir jauh ke depan memanfaatkan teknologi yang efisien dan nyaman serta meneruskan warisan budaya Indonesia,” kata Bamsoet.

Baca Juga: Ace Hasan: Golkar Konsisten Kerja Politik Menangkan Airlangga Hartarto di Pilpres 2024

Menurutnya, Presiden Jokowi telah menyampaikan bahwa pembangunan IKN Nusantara memiliki tiga visi utama, yaitu pertama kota berkelanjutan di dunia yang aman dan terjangkau, selaras dengan alam, terhubung aktif dan mudah diakses, sirkuler dan tangguh, serta pembangunan yang rendah karbon. Kedua, penggerak ekonomi Indonesia di masa depan dan ketiga menjadi simbol identitas nasional.

“Dapat kita bayangkan, ketiga visi utama itu menggambarkan tentang tingginya spirit dan upaya ikhtiar. Mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan pembangunan, hingga pemanfaatan fungsi-fungsi IKN Nusantara yang dimaksudkan agar dapat menjadi lompatan besar kemajuan bangsa, serta tetap memperhatikan aspek lingkungan dan pelestarian yang berkelanjutan,” jelasnya.

Bamsoet mengungkapkan, melaksanakan pembangunan nasional merupakan amanat konstitusi. Karena itu, dia meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia, unsur TNI-Polri, akademisi, serta para penyelenggara negara dapat bersatu padu, bersinergi dan memberikan dukungan dalam pembangunan IKN Nusantara.

“Harapannya pembangunan IKN Nusantara dapat berjalan lancar dan tepat waktu, hal itu tidak lain adalah untuk Indonesia, untuk anak-anak generasi bangsa Indonesia masa depan,” imbuhnya. {tribun}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet