04 Maret 2022

Christina Aryani: Langkah RI Dukung Resolusi PBB Soal Rusia Cukup Realistis

Berita Golkar - Indonesia dan 140 negara lain menyetujui resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang meminta Rusia menghentikan serangannya ke Ukraina. Anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar Christina Aryani menilai Indonesia memang harus realistis dan tidak coba-coba dalam konflik Rusia vs Ukraina ini.

“Indonesia harus realistis, konflik Rusia dan Ukraina bukan perkara mudah, kompleks, dan memiliki sejarah yang panjang. Realistis ketika Indonesia dengan tegas mendukung resolusi PBB dan tidak menunggu atau mencoba upaya lain dengan outcome yang tidak dapat diprediksi, sembari menyaksikan apa yang tengah terjadi,” ujar Christina saat dihubungi, Kamis (3/3/2022).

Christina memuji langkah yang Indonesia ambil dengan menyetujui resolusi PBB soal serangan ke Ukraina. Menurutnya, keputusan itu adalah langkah terbaik saat ini.

Baca Juga: Peringkat Tertinggi Survei CNN, Pengamat Universitas Pamulang: Airlangga Berpeluang Besar Menang Pilpres 2024

“Kami mengapresiasi langkah pemerintah cq Kementerian Luar Negeri yang telah mendukung resolusi PBB sebagai sponsor utama agar Rusia menarik kekuatan militernya dari Ukraina,” tuturnya.

“Kami berpendapat langkah Indonesia merupakan upaya terbaik yang dapat diusahakan saat ini. Politik luar negeri kita yang bebas aktif salah satunya diimplementasikan melalui upaya aktif terlibat dalam mewujudkan perdamaian,” sambung Christina.

Sementara itu, Christina menjelaskan ketertiban dunia semestinya harus dijaga. Dia menegaskan keputusan mendukung resolusi PBB sejalan dengan UUD 1945.

“Telah menjadi amanat konstitusi untuk melaksanakan ketertiban dunia salah satunya dengan mewujudkan perdamaian. Langkah mendukung resolusi PBB kami nilai selaras dengan apa yang telah digariskan UUD 1945,” imbuhnya.

Baca Juga: Pindahkan Ibukota Negara, Bamsoet: Jokowi Sedang Wujudkan Cita-Cita Soekarno, Soeharto dan SBY

Sebelumnya, Indonesia termasuk salah satu negara yang menyetujui resolusi PBB yang meminta Rusia menghentikan serangannya ke Ukraina. Bukan hanya Indonesia, 140 negara lain juga bersikap sama.

Voting diambil dalam Sidang Majelis Umum PBB Sesi Khusus Darurat (Emergency Special Session) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (2/3) waktu setempat. Sidang dipimpin oleh Presiden Majelis Umum PBB Abdulla Shahid.

Dilansir AFP, Kamis (3/3), resolusi itu juga mengutuk kebijakan Vladimir Putin selaku Presiden Rusia mengerahkan pasukan nuklirnya dalam posisi siaga.

Momen voting ditayangkan lewat siaran langsung di kanal YouTube PBB. Sidang dipimpin oleh Presiden Majelis Umum PBB Abdulla Shahid. Tepuk tangan bergemuruh, terlihat Wakil Tetap Ukraina di PBB Sergiy Kyslytsya berdiri dan bertepuk tangan, sedangkan Wakil Tetap Rusia di PBB Vasiliy Nebenzia duduk dengan masker turun ke bawah bibir.

Baca Juga: Cen Sui Lan Dukung dan Siap Perjuangkan Natuna Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Berikut perincian jumlah negara yang menyetujui resolusi PBB:
Setuju: 141 negara
Tidak setuju: 5 negara
Tak memberikan suara: 35 negara

Dalam layar, terlihat Indonesia menjadi salah satu dari 141 negara yang menyetujui resolusi ini. Dari Asia Tenggara, ada pula Malaysia, Singapura, Timor Leste, Singapura, hingga Thailand yang juga menyetujui resolusi ini. Afghanistan, yang kini dipimpin Taliban, juga menyetujui resolusi untuk menghentikan invasi Rusia ke Ukraina ini.

Negara-negara yang tidak setuju dengan resolusi ini adalah Rusia, Belarusia, Korea Utara, Suriah, dan Eritrea. Negara-negara yang abstain antara lain China, Bolivia, Iran, Irak, India, Pakistan, Vietnam, hingga Afrika Selatan. {realitarakyat}

fokus berita : #Christina Aryani