08 Maret 2022

Ketua Golkar Karanganyar, Ilyas Akbar Almadani Tolak Rencana Pembangunan Gedung DPRD Senilai Rp.30 Miliar

Berita Golkar - Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karanganyar, Ilyas Akbar Almadani menolak rencana revitalisasi gedung DPRD Karanganyar sebesar Rp 30 miliar secara bertahap. Alasannya, gedung wakil rakyat itu dianggap masih layak sehingga anggaran pembangunan gedung tersebut bisa dialihkan pada sektor lainnya yang lebih prioritas.

Alasan lainnya adalah DPRD yang disorot adalah kinerjanya bukan bangunan gedungnya. “Dewan (DPRD) itu yang disorot adalah progres kinerjanya, bukan seberapa mewah bangunannya. Bangunan gedung DPRD Karanganyar itu masih layak digunakan,” ungkapnya saat ditemui JOGLOSEMARNEWS.COM di Kantor DPD Partai Golkar Karanganyar, Selasa (8/3/2022).

Baca Juga: Mukhtarudin Fasilitasi Bimbingan Teknis Wirausaha Baru Untuk Pelaku IKM Kalteng

Ilyas, panggilan akrabnya, menjelaskan, “Masih banyak kok skala prioritas yang lain yang harus urgen dikerjakan. Infrastruktur, stabilitas harga bahan pokok, recovery perekonomian pasca pandemi Covid-19. Dewan perlu melihat skala prioritas itu.”

Sementara itu, Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo justru mengaku kaget jika ada berita pembangunan gedung DPRD sebesar Rp 30 miliar bertahap. Bahkan, Bagus Selo yang juga Ketua DPC PDIP Karanganyar itu menegaskan tidak pernah berharap atau berkehendak membangun gedung DPRD apalagi senilai fantastis Rp 30 miliar.

“Lha yang mau bangun gedung DPRD sebesar Rp 30 miliar itu siapa to? Kan itu kehendak Bupati bukan kehendak kami, karena kami tahu diri di tengah masyarakat susah masak tega membangun gedung DPRD?” tandas Bagus Selo kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (8/3/2022).

Baca Juga: Sahbirin Noor Lantik 61 Orang Pengurus Golkar HSS Periode 2020-2025 di Bawah Nakhoda Muhammad Kusasi

Bagus Selo menjelaskan, kronologi wacana pembangunan gedung DPRD Karanganyar mencuat saat acara Forum Konsultasi Publik RKPD APBD 2023 secara virtual di Tawangmangu yang bertepatan dengan HUT DPRD Karanganyar Ke-70.

Pada saat itu, lanjut Bagus Selo, Bupati mewacanakan pembangunan gedung DPRD Karanganyar. “Saat itu saya menolak usulan Bupati dan saya sarankan daripada uang untuk membangun gedung DPRD lebih baik dialihkan untuk membangun jalan dan jembatan saja tetapi saat itu Bupati nekad dengan alasan hanya rehab saja ya monggo jika memang ada anggaran,” ungkap Bagus Selo.

Dengan demikian, Bagus Selo juga kaget jika sekarang muncul berita anggaran besar sekali Rp 30 miliar. {joglosemarnews}

fokus berita : #Ilyas Akbar Almadani